Isu Limbah Medis di Pantai Legian Fakta Masih Kabur, Pemerintah Turun Tangan

Iklan Home Page

Legian, baliwakenews.com

Pemerintah Kecamatan Kuta melalui Lurah Legian dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung langsung bergerak cepat menanggapi beredarnya pemberitaan media asing terkait dugaan temuan limbah jarum suntik di Pantai Legian.

Langkah ini menunjukkan kesigapan aparat dalam menjaga citra kebersihan kawasan wisata dan memastikan keamanan pengunjung di tengah isu yang masih belum terbukti kebenarannya.

Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLHK Badung, I Nyoman Sumantra, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan lapangan dan penelusuran informasi dari sejumlah sumber, termasuk pedagang sekitar pantai.

Baca Juga:  Tutup Selama 24 Jam, 150 Personel Disiagakan untuk Situasi Darurat

“Ada beberapa kemungkinan, salah satunya bahwa foto yang beredar tidak benar-benar diambil di Pantai Legian. Pasir di foto tampak hitam, berbeda dengan karakter pasir Legian. Selain itu, musim angin timur saat ini biasanya membuat volume sampah sangat minim,” ungkap Sumantra.

Ia juga menyebutkan potensi bahwa sampah tersebut merupakan sisa vaksinasi hewan liar oleh komunitas tertentu yang tidak berkoordinasi dengan pengelola pantai. Kemungkinan lainnya, sampah tersebut dibawa dari luar lalu ditinggalkan di kawasan pantai.

Sumantra menambahkan bahwa pengelolaan kebersihan di Pantai Legian selama ini sangat responsif. “Bahkan kalau ada popok bayi saja ditemukan, langsung dilaporkan dan ditangani. Apalagi jika sampai ditemukan limbah medis,” tegasnya.

Baca Juga:  26 Februari Dilantik Periode Kedua, Pasangan Giri Prasta dan Suiasa Ikuti “Mejaya-Jaya”

Sementara itu, Lurah Legian Putu Eka Martini menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada laporan resmi mengenai temuan sampah jarum suntik dari pedagang maupun pengelola pantai.

“Kami baru mengetahui hal ini dari media sosial. Tapi tetap kami cek dan imbau seluruh pedagang untuk lebih peduli. Kalau ada yang nitip kantong sampah, pastikan isinya bukan barang mencurigakan,” kata Eka.

Ia juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, apalagi kawasan Legian adalah salah satu ikon pariwisata Bali yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.

Baca Juga:  Sekelompok Turis Kendarai Motor Ugal-Ugalan dan Tanpa Gunakan Helm, Warga Bali Geram 

Isu ini, meski belum terbukti valid, menjadi pengingat pentingnya sistem pengawasan dan edukasi lingkungan di kawasan wisata.

Dengan pengelolaan yang transparan, koordinasi lintas pihak, dan keterlibatan masyarakat, kawasan Legian dapat tetap mempertahankan reputasinya sebagai destinasi yang bersih dan aman bagi wisatawan dari seluruh dunia. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR