Denpasar, baliwakenews.com – Siang itu, langit Denpasar menggantung mendung tipis. Di tepi aliran Sungai Sedap Malam, Gang Cempaka, suasana tak biasa menyelimuti. Sejumlah warga berdiri membentuk lingkaran, menunduk, sebagian menangis, sebagian lainnya diam mematung. Di tengah kerumunan itu, tubuh mungil seorang bocah laki-laki telah terbaring tanpa nyawa.
Namanya KPH. Umurnya baru empat tahun. Ia ditemukan mengambang di sungai, dalam posisi muka tertelungkup, tak jauh dari jembatan kecil di Lingkungan Kebon Kori, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur, Senin 9 Juni 2025.
“Saya lihat orang ramai di pinggir sungai. Ternyata ada anak kecil tenggelam,” ujar HD (59), saksi mata asal Banyuwangi, yang saat itu sedang melintas di sekitar lokasi. Ia mengaku ikut membantu memberikan pertolongan pertama. Tubuh sang anak digendong, kepalanya diturunkan, dada ditekan pelan-pelan. “Air sempat keluar dari mulutnya,” katanya lirih.
Sayang, semua itu sudah terlambat.
Bocah berperawakan gempal itu, dengan tinggi sekitar satu meter, ditemukan memakai kemeja biru dan celana pendek batik. Saat dievakuasi sekitar pukul 10.00 WITA, kondisinya sudah membiru dan tubuhnya kaku.
Orangtuanya datang tak lama kemudian. TP, sang ayah, langsung menggendong anaknya dan membawanya ke Rumah Sakit Dharma Yadnya. Namun harapan itu padam di meja IGD. Menurut keterangan dokter jaga, bocah itu telah meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit. “Tidak ditemukan tanda kekerasan. Hanya cairan yang keluar dari hidung dan mulut,” kata dokter berinisial H.
Keterangan resmi dari kepolisian menyebutkan bahwa peristiwa ini murni kecelakaan. “Kemungkinan besar korban terpeleset dan hanyut. Arus di sungai itu cukup deras,” ujar Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi. Keluarga telah membuat surat pernyataan bahwa mereka menerima peristiwa ini sebagai musibah dan tidak akan menempuh jalur hukum.
Jenazah KPH rencananya akan dipulangkan ke kampung halaman keluarganya di Jember, Jawa Timur. BWN-01

































