Polda Bali Selidiki Kasus Dugaan Penculikan dan Pemerasan Pengusaha Ukraina, Sembilan WNA Dipanggil

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Polda Bali menegaskan komitmennya untuk mengungkap kasus penculikan dan pemerasan yang menimpa seorang pengusaha properti asal Ukraina di Kuta Selatan, Badung.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Ariasandy mengatakan, kasus ini menjadi atensi khusus dan sedang dalam tahap penyelidikan intensif oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali.

“Polda Bali betul-betul eager (bertekad) untuk mengungkap kasus ini. Kami sudah melakukan pra-rekonstruksi dua kali di TKP dan mengirimkan tiga Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) kepada pihak pelapor,” ujar Ariasandy, Kamis (30/1)

Baca Juga:  Pengoplos Gas LPG Tiarap, Pasokan Gas LPG untuk Masyarakat Kurang Mampu Kembali Normal

Menurutnya, dalam penyelidikan ini, Polda Bali telah mengidentifikasi sembilan orang terlapor yang merupakan warga negara asing (WNA) dari Rusia, Uzbekistan, dan Ukraina. Mereka telah dipanggil melalui koordinasi dengan konsulat masing-masing negara, namun hingga panggilan kedua, belum ada yang memenuhi panggilan penyidik. “Kami berharap mereka kooperatif, hadir untuk dimintai keterangan, sehingga kasus ini bisa segera terungkap,” lanjutnya.

Baca Juga:  Dukung Kreativitas Pemuda Badung, Suyasa Buka G.E.B.E Billiard Cup II

Meski belum dapat memastikan hubungan antara korban dan para pelaku, pihaknya menduga telah terjadi tindak pidana kekerasan secara bersama-sama serta pemerasan. Perkara ini mengacu pada Pasal 170 dan Pasal 368 KUHP, yang mengatur tentang tindak pidana kekerasan terhadap seseorang serta pemerasan.

“Dalam kejadian ini, korban dipaksa menyerahkan aset kripto senilai USD 214.424 (sekitar Rp 3,3 miliar). Hingga kini, penyidik masih mendalami peran masing-masing terlapor dan motif di balik aksi kejahatan tersebut,” imbuhnya.

Baca Juga:  Merinding, Diteror Bisikan Gaib, Seorang Ibu di Bali Bunuh Diri

Untuk mempercepat pengungkapan kasus, Polda Bali juga berkoordinasi dengan Hubungan Internasional (Hubinter) Polri serta konsulat negara-negara yang warganya terlibat dalam kasus ini.

“Perkembangan penyelidikan terus kami koordinasikan, baik dengan korban maupun pihak terkait lainnya,” kata Ariasandy. BWN-01

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR