Buahan, baliwakenews.com
Berkolaborasi dengan warga Desa Buahan Kaja dalam membangun pariwisata, KKN-PMM Universitas Warmadewa Periode ll yang berlokasi di desa Buahan Kaja membuat rancangan wisata berupa presentasi dan video dengan tema “Nature Swing” yang berkonsep area swing (Ayunan Raksasa).
Dosen Pembimbing KKN, Sukmasari Triana Gita Putri mengatakan Desa Buahan Kaja memiliki area hutan 12,70 km² yang tersebar di pinggiran sungai ayung yang ditanami pohon Albasiah, Jati dan Taep sehingga dapat berfungsi sebagai area konservasi alam dan hutan. Tanah-tanah di Desa Buahan Kaja cukup subur dan cocok ditanami berbagai jenis tanaman. Secara geografis, Desa Buahan Kaja terletak pada 8°19’4″ sampai dengan 8°29’38” Lintang Selatan dan 115°15’18,8″ sampai dengan 115°19’40,8″ Bujur timur. Seperti desa lain di wilayah Kecamatan Payangan.
“Sehubung dengan proker yang telah disepakati yaitu tentang ‘Merancang Jalur Wisata Dalam Rangka Menunjang Desa Wisata dan Menyusun Masterplan Desa Wisata’ KKN-PMM Unwar membuat rancangan wisata berupa presentasi dan video dengan tema ‘Nature Swing’ yang berkonsep area swing (Ayunan Raksasa) yang berada di Banjar Sriteja, Buahan Kaja. Alasannya karena lokasi ini sering dijadikan tracking oleh wisatawan karena memiliki view sawah dan perbukitan. Pemandangan ini tak kalah cantik dengan persawahan yang ada di Jatiluwih, Tabanan,” ujarnya.
Sukmasari mengatakan, dalam upaya mempromosikan Buahan Kaja, memanfaatkan bahan lokal tanpa merusak lingkungan sangat penting. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan menerapkan prinsip regeneratif, seperti menanam kembali bahan-bahan yang digunakan,” katanya.
Selain berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan, pendekatan ini juga dapat menjadi daya tarik bagi konsumen yang peduli terhadap CSR (Corporate Social Responsibility) dan berpotensi meningkatkan nilai jual produk. “Untuk memastikan efektivitas pemasaran, penting untuk mengenal target market secara mendalam. Ini melibatkan penentuan apakah strategi pemasaran yang akan diterapkan adalah digital marketing atau bisnis-to-bisnis (B2B). Memahami karakteristik target market memungkinkan kita memilih batch marking yang relevan dengan desa Buahan Kaja,” tandasnya.
Strategi ini harus disesuaikan dengan preferensi dan kebiasaan konsumen yang ingin dijangkau agar pesan pemasaran lebih efektif. Selain itu beberapa langkah dalam merancang jalur wisata dalam rangka menunjang desa wisata yaitu dengan cara memetakan potensi wisata desa (atraksi wisata, aksesibilitas, fasilitas, dan keamanan), menentukan target pasar, mengembangkan infrastruktur dan mempromosikan desa wisata.
“Cara yang dapat dilakukan untuk mempromosikan desa wisata yaitu dengan membuat akun sosial media seperti tiktok, instagram,facebook dan sebagainya. Selain itu bisa juga dengan membuat video atau konten yang menghibur dan bernilai sehingga dapat menarik minat wisatawan asing untuk datang berkunjung,” ujarnya.
Sekretaris Desa Buahan Kaja, I Wayan Tariyasa, S.S., mengatakan untuk memajukan pariwisata di Buahan Kaja, pemerintah desa akan aktif mencari investor. “Investasi ini penting untuk pengembangan lokasi pariwisata serta penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Dengan dukungan investor, kami harapkan pariwisata dapat berkembang pesat dan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi komunitas lokal,” ujarnya.
Kemudian Pemerintah desa akan memperoleh dana yang diperlukan untuk melanjutkan dan mengembangkan pariwisata sesuai dengan rencana yang telah dipaparkan. Dana ini akan digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga promosi pariwisata.
Ketua BPD Desa Buahan Kaja, Made Budi Arsana menjelaskan bahwa pariwisata memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi lokal. Namun, perlu dicatat bahwa pariwisata harus dianggap sebagai tambahan atau bonus dari sektor pertanian, bukan sebagai pengganti. Integrasi pariwisata dengan pertanian dapat menciptakan sinergi yang saling mendukung, meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendukung ekonomi lokal. Pihaknya juga meminta untuk meninggalkan dokumen dan materi presentasi yang telah dipaparkan di Desa Buahan Kaja untuk mendukung upaya pemerintah desa dalam meningkatkan sektor pariwisata. Dokumen ini akan menjadi alat bantu dalam perencanaan dan pelaksanaan strategi pariwisata, serta sebagai referensi untuk mengevaluasi kemajuan dan hasil yang dicapai.
“Dengan merancang jalur wisata yang baik, desa wisata dapat menjadi lebih menarik dan mudah dikunjungi oleh wisatawan. Hal ini akan meningkatkan pendapatan masyarakat desa dan mendorong perkembangan ekonomi desa. Serta Desa Buahan Kaja dapat mengembangkan pariwisata secara efektif, memanfaatkan potensi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. BWN-03
































