Mangupura, baliwakenews.com
KPU Badung, Jumat (2/8/2024) melakukan sosialisasi tentang tahalan pelaksanaan Pemilukada di SLB Negeri 2 Badung. Ketua KPU Kabupaten Badung, Gusti Ketut Gede Yusa Arsana Putra yang turun langsung dalam sosialisasi tersebut menyebutkan, sosialisasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa warga penyandang disabilitas, mendapat pelayanan sejak awal. Dimana sosialisasi awal tersebut dilakukan berkaitan dengan pendataan pemilih, “Apakah mereka sudah terdaftar atau belum, nanti mereka akan melakukan cek DPT online. Kemudian di hari H, akan disiapkan fasilitas lebih atau kita mengedepankan prinsip aksesibilitas untuk kawan-kawan yang difabel, agar bisa dengan mudah mengakses TPS,” jelasnya.
Selain itu, untuk mempermudah aksesibilitas kepada.mereka, pihaknya akan menyiapkan TPS untuk di SLB Negeri 1 Badung. Dengan tujuan agar teman-teman disabilitas, bisa dekat dan tidak perlu jauh-jauh mencari TPS. “Kami pastikan di SLB kami buat TPS, mungkin tidak sebanyak saat pemilu Februari lalu. Karena kemarin di sini ada enam TPS, mungkin nanti pas Pemilukada, ada 2 atau 3 TPS,” ungkap Tokoh Jimbaran, Kutsel ini.
Di dalam berdemokrasi, diharapkan agar tidak ada perbedaan antara kawan-kawan yang sehat dengan yang difabel. “Ini harus mengedepankan kesetaraan. Karena, dalam prinsip bernegara, pasal 27 ayat 1 menjelaskan bahwa semua warga negara sama kedudukannya dalam hukum, dan pemerintahan, dan hal itu diwujudkannya dalam proses Pemilukada,” tegasnya sembari menambahkan dalam proses bernegara itu, yakni dalam pemilu kita betul-betul sama posisinya dengan siapapun. “Karena di sana nanti, baik pak Presiden, pak Gubernur, ketua KPU, masyarakat biasa, Kepala SLB, itu datang ke TPS, one man, one vote, one value. Itu yang membuat kita sama,” imbuhnya.
Sedangkan kaitannya dengan surat suara untik pemilih difabel terutama yang tunanetra, akan disediakan template Braille. Bahkan hal ini sudah dimasukkan ke dalam pemesanan alat kelengkapan pemilu lainnya. “Nanti setelah Pasangan calon ditetapkan, itu baru kita bisa sampaikan ke penyedia, siapa namanya, nomor urutnya berapa. Kan itu di template Braille bisa dibuat, sehingga mereka akan dengan mudah memilih,” paparmya.
Selain itu, sebelum pemilihan dilakukan, pihaknya juga akan membuat simulasi pemilihan. Sebelum itu, direncanakan di setiap tahapan juga ada simulasi. “Yang paling dekat adalah simulasi pencalonan, yang mana untuk proses menerima pasangan calon itu akan dimulai tanggal 27 sampai dengan 29 Agustus, dan untuk pendaftaran, dibuka tanggal 24 sampai 26. Di sela-sela itu kita akan buat simulasi pencalonan,” ucapnya.
Sedangkan untuk simulasi pencalonan rencananya akan dilaku kantor KPU Bandung. Sementara simulasi pemilihan, dilakukan di TPS yang sesungguhnya. “Kemungkinan, untuk simulasi pemilihan, sekali waktu akan dilakukan di daerah badung Selatan, karena sebelumnya, dua kali sudah dilakukan di Badung Utara,” imbuhnya. BWN-04
































