Denpasar, baliwakenews.com
Tim Cyber Ditreskrimsus Polda Bali masih memburu pemilik akun Facebook yang pertama kali menyebarkan berita hoax adanya aksi pembegalan di Jalan Raya Taman Pancing, Pemogan, Denpasar Selatan. Pesan berantai melalui WhatsApp itu bersumber dari akun Facebook bernama “Mekenyem Nyem” itu diketahui berlokasi di luar Bali.
“Akun Facebook itu sudah tidak aktif. Lokasi pemilik akun terdeteksi di luar Pulau Bali,” kata Kasubdit Siber Ditreskrimsus Polda Bali AKBP Nanang Prihasmoko, Selasa (22/8).
Menurut Nanang, pihaknya saat ini telah memburu pemilik akun. Dia juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah menyebarkan dan mempercayai adanya informasi bohong di media sosial. “Hasil pengejaran akan kami sampaikan nanti. Kami masih dalam pengejaran pelaku,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, pesan WhatsApp berantai beserta video terkait aksi pembegalan di Jalan Taman Pancing, Pemogan, Denpasar Selatan (Densel) sempat membuat warga resah. Dalam video yang beredar pada Senin (21/8) itu, nampak dua orang terluka berlumuran darah yang terkapar di pinggir jalan.
Pesan dan video yang beredar itu mendapatkan tanggapan dari pihak kepolisian. “Personil Polresta Denpasar dan Polsek Denpasar Selatan telah melakukan penyelidikan terkait video tersebut. Saya pastikan informasi yang beredar adalah hoax,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Bambang Yugo Pamungkas.
Menurut Bambang, isi isi pesan berantai WhatsApp tersebut, yakni “imbauan kepada masyarakat adanya kejadian pembegal dan meminta masyarakat untuk tidak ada yang keluar rumah tanpa ada kepentingan yang jelas apalagi pergi ke taman pancing”. Dalam pesan tersebut juga disebut bahwa Info tersebut terjadi pada Minggu 20 Agustus 2023 malam. “Berita hoaks tersebut telah menyebar di masyarakat sehingga menimbulkan keresahan, terutama di warga di sekitar Taman Pancing,” ucapnya.
Bambang mengatakan, pihaknya saat ini telah berkoordinasi dengan Tim Cyber Polda Bali untuk mencari penyebar dan memastikan lokasi video yang beredar. “Anggota juga telah melakukan pengecekan di lokasi Jalan Taman pancing Denpasar Selatan dan sampai saat ini tidak ditemukan hal menonjol,” katanya.
Terkait satu video lagi yang terdapat kegiatan patroli Kepolisian, Bambang membenarkan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan patroli rutin digelar jajarannya, karena tengah mengoptimalkan kegiatan Blue Light Patrol di wilayah rawan kriminalitas saat malam. “Tidak hanya mencegah terjadi aksi-aksi kejahatan jalanan, patroli ini juga melaksanakan pemantauan kegiatan masyarakat lainnya,” tegasnya, seraya mengimbau kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dengan berita hoaks, cek kebenarannya dan jangan men-share berita yang membuat keresahan dimasyarakat. BWN-01





























