Mangupura, baliwakenews.com
Masih banyak hotel khususnya di Kuta Selatan memanfaatkan Air Bawah Tanah (ABT), ketimbang memanfaatkan air bersih dari Perumda Air Minum (Perumdam) Tirta Mangutama Kabupaten Badung. Hal tersebut menurut Dirut PDAM Tirta Mangutama, I Wayan Suyasa, bertentangan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum.
Dalam jumpa pers Rabu 26 Juli 2023, Suyasa yang didampingi Dirtek Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung, Made Suarsa dan Direktur Umum Perumda AM Tirta Mangupura Wayan Sugita, menyampaikan kesadaran kalangan pengusaha hotel, khususnya di Kuta Selatan masih rendah dalam pemanfaatan air PDAM. Padahal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum jelas tertuang bahwa kalau ada jaringan PDAM maka harus memanfaatkan suplai air dari PDAM, sumur hanya sebagai cadangan tidak menjadi sumber inti.
“Tapi sekarang terbalik PDAM yang dipakai cadangan hanya untuk memenuhi perizinan saja. ABT menjadi sumber air utama, padahal itu merusak lingkungan,” ungkapnya.
Dikatakan, di kawasan ITDC, 33 persen hotel masih memakai air yang belum bisa dicatatkan (memanfaatkan ABT, red). Hal ini dikatakan akan kejar, sehingga betul-betul menggunakan air dari PDAM.
“Kami dilema dengan keberadaan sumur yang masih beroperasi, sedangkan jaringan PDAM Badung sudah dipasang. Bahkan, terdapat hotel yang masih nol pemakaian PDAM, meski suplai air terus mengalir, ” ungkapnya.
Dijelaskan, ITDC membutuhkan air 10.000 kubik/per hari, sedangkan suplai air bersih di kawasan ITDC yang bersumber dari IPA Estuari sebesar 300 liter/per detik. Jumlah ini mencakup wilayah ITDC, Kutuh, hingga Tanjung Benoa. Sedangkan ini jika dihitung air yang diserap ITDC dengan jumlah pelanggan 38 hotel golongan usaha besar di kisaran 35 liter/per detik, jadi memang peluangnya masih besar sekali.
“Kami berharap hotel-hotel memanfaatkan PDAM Badung, karena keuntungan PDAM akan disetorkan ke Pemda Badung sebagai sumber pembiayaan program-program pemerintah, ” pungkasnya. BWN-03

































