Denpasar, Baliwakenews.com
Cabang olahraga (cabor) panjat tebing menjadi salah satu unggulan Bali dalam tiap event nasional. Bahkan di single event seperti kejurnas, panjat tebing kerap meraih prestasi yang membanggakan baik kelompok umur maupun dewasa (senior).
Beberapa tahun belakangan juga muncul pemanjat tebing Bali berbakat yang moncer di nasional, bahkan internasional seperti halnya Desak Rita. Untuk itulah regenerasi tetap dipertahankan dan Pengprov FPTI Bali menerapkan aturan ketat tiap penyelenggaraan multi event olahraga dengan skala provinsi.
Seperti penuturan Ketua Umum Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bali, Putu Yudi Atmika yang menjelaskan bahwa di ajang Porprov Bali XV/2022 mendatang pihaknya menerapkan aturan khusus kepada atlet senior.
“Terutama pemanjat tebing PON yang tampil di Papua lalu. Nah di Porprov nanti mereka hanya boleh turun di satu nomor perorangan dan satu nomor beregu. Tidak boleh lebih dari itu,” tegas Yudi Atmika saat diwawancarai Jumat (28/10).
Tujuannya adalah memberikan kesempatan pemanjat tebing junior untuk bersinar dan pihak FPTI Bali bisa memantau bibit pemanjat tebing potensial. Dari segi pengalaman tentu saja atlet PON memiliki jam terbang serta paham dengan aura kompetisi. Sehingga jika diberikan keleluasaan turun di banyak nomor, khawatirnya atlet potensial tak mendapat kesempatan. “Intinya bibit potensial itu untuk proyeksi jangka panjang,” ujarnya.
Kata Yudi Atmika, jawara Porprov Bali XV nanti juga akan dipersiapkan untuk dua kejurnas dalam waktu dekat ini. Pertama yakni kejurnas kelompok umur di Jawa Timur pada 1-6 Desember 2022 mendatang dan kejurnas senior pada Januari 2023. BWN-06

































