Denpasar, Baliwakenews.com
Pengurus Pusat (PP) Persatuan Binaraga Fitness Indonesia (PBFI) belum lama ini mengeluarkan surat keputusan terkait pencabutan medali empat binaragawan yang terbukti menggunakan doping di pentas PON XX/2020 Papua lalu. Akibatnya, medali yang diraih atlet bersangkutan di cabut dan diberikan kepada atlet di atas atau di bawahnya.
Dengan kejadian ini, salah satu binaragawan Bali justru ketiban rezeki. Binaragawan atas nama Herwin Adiyanto yang tampil di kelas +85kg akhirnya mendapat medali perunggu. Herwin di pentas PON lalu hanya menempati peringkat empat. Pasalnya peraih medali emas atas nama Andi Yanto dari Aceh, medali emasnya dicabut karena terbukti menggunakan doping. Alhasil tiga atlet di bawahnya berhak mendapat tiga medali (emas, perak, perunggu), yang salah satunya atlet Bali tersebut.
Lantas bagaimana tanggapan KONI Bali atas hal ini? Wakil Ketua Umum KONI Bali, Maryoto Subekti saat dikonfirmasi Selasa (25/10) mengatakan, pihaknya sampai saat ini belum mendapat surat resmi terkait hal ini. “Karena belum ada surat resminya, kami tidak bisa berandai-andai dulu. Waktu ini memang sempat di bahas dalam rapat, tapi kami belum tahu kepastiannya siapa dan di nomor apa,” ujar Maryoto.
Termasuk nantinya hak bonus atlet dan pelatih yang mereka dapatkan atas medali perunggu itu. “Itu juga belum kami bahas. Intinya kami menunggu surat resminya dulu,” katanya.
Sementara pelatih binaraga PON Bali lalu, I Wayan Bun Setiady yang dikonfirmasi terpisah mengaku masih menunggu juga kepastian itu. Soal medali kata Bun Setiady itu tanahnya ada di PB PON XX. Termasuk ia juga menunggu kejelasan hak yang harusnya didapat.
Tapi yang sangat membuat ia tak habis pikir, sebelum PON XX/2020 itu digelar, Panpel sebenarnya sudah melakukan tes anti doping terhadap peserta. “Namun permasalahnya kenapa mereka justru lolos, dan baru ketahuan sekarang,” tutupnya. BWN-06

































