Bangli, baliwakenews.com
Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Warmadewa (Unwar) kembali dilakukan dengan pengabdi I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi, S.E., M.Si, Putu Yudha Asteria Putri, S.E., M.Si dan Putu Gede Wahyu Satya Nugraha, ST, MT. Kali ini Tim PKM Unwar memberikan pelatihan terkait upaya pengembangan usaha perajin kaca “Merta Asih” yang terletak di Banjar Susut, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali.
Gusti Ayu Ratih memaparkan perajin kaca “Merta Asih” yang terletak di Banjar Susut, Kabupaten Bangli dengan jarak sekitar 18 km dari kota Denpasar. Berbagai jenis atau model kerajinan kaca yang dibuat mulai dari ukuran kecil sampai yang besar. Merta Asih merupakan mitra yang dimiliki oleh Ibu Ni Ketut Agusniasih sekaligus sebagai pembuat/ perajin kerajinan kaca ini. Ibu Ni Ketut Agusniasih mulai merintis karyanya pada 18 Agustus 2015. Beliau mendapatkan keahlian ini secara turun temurun diantara keluarga besarnya.
Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalah yang dihadapi berkaitan dengan pengembangan usahanya. Karena selama ini usaha kerajinan kaca tersebut masih belum berkembang maksimal.
“Adapun solusi yang dapat kami tawarkan untuk mengatasi permasalahan mitra tersebut antara lain pelatihan pembuatan buku laporan keuangan sederhana. Kami juga memberikan pelatihan akuntansi manajemen dan pelatihan dalam membuat sistem pemasaran produk secara online dan pengoperasiannya serta pembuatan katalog produk, ” tutur Gusti Ayu Ratih.
Lebih lanjut diterangkan pelatihan pembuatan buku laporan keuangan sederhana dilakukan melalui pendekatan individual. Pendekatan individual ini diawali dengan menggali pemahaman mitra berkaitan dengan pembukuan. Setelah menggali pemahaman mitra mengenai pembukuan, kemudian dilanjutkan dengan memberikan materi dan pemahaman seperti apa bentuk dari buku keuangan sederhana serta apa saja isi dari buku keuangan sederhana.
Kemudian, mitra diajak mencari tahu hal apa saja yang dibutuhkan jika ingin mengetahui berapa laba bersih yang dihasilkan dan berapa besar riilnya biaya yang dihabiskan serta membuat buku laporan keuangan sederhana. Setelah memberikan pemahaman, mitra kemudian diberikan sebuah buku kosong untuk diajak menyusun buku laporan keuangan sederhana yaitu laporan laba rugi.
“Pendekatan ini menekankan para mitra untuk dapat membuat sebuah buku laporan keuangam sederhana. Mitra kami harapkan nantinya dapat membuat laporan keuangan sederhana, dapat mengetahui berapa besarnya biaya yang dihabiskan dalam proses pembuatan kerajinan, dapat menentukan harga jual dan besarnya upah yang harus dibayarkan kepada tenaga kerjanya. Dengan pemahaman yang diberikan kami harapkan nantinya kelangsungan usaha mitra dapat berjalan lancar dan berkembang, ” ucapnya.
Sementara pelatihan akuntansi manajemen diberikan agar mitra selain mengetahui tentang buku laporan keuangan sederhana yang merupakan salah satu bagian dari akuntansi keuangan, juga akan diberikan pemahaman tentang akuntansi manajemen. Dengan demikian mitra nantinya diharapkan dapat mengetahui rincian biaya produksi, harga pokok, biaya overhead yang dapat dibayarkan untuk menunjang kegiatan operasional dalam
aktifitas bisnisnya.
“Sehingga dengan adanya pemahaman tentang akuntansi manajemen, mitra dapat merencanakan, mengevaluasi, dan mengendalikan kegiatan operasionalnya, serta untuk mengukur akuntabilitas penggunaan sumber daya yang digunakan, ” ucapnya sembari mendampingi mitra dalam membuat pembukuan harga pokok produksi dibantu 3 orang mahasiswa.
Pelatihan lain yang diberikan adalah membuat sistem pemasaran produk secara online dan pengoperasiannya serta pembuatan katalog produk. Kegiatan ini dilakukan untuk membantu mitra memasarkan hasil produksinya, dimana selama ini mitra hanya mengandalkan pelanggan tetapnya saja dalam memasarkan hasil produksinya. Berdasarkan pendekatan individual yang dilakukan diketahui bahwa mitra merupakan orang yang tidak tahu bagaimana cara memanfaatkan teknologi informasi tersebut.
Oleh karena itu tim pengabdi memberikan pelatihan tentang strategi pemasaran, membantu dalam membuatkan akun sosial media seperti facebook dan instagram serta melakukan pendampingan dalam penggunaannya. “Kami harapkan nantinya dengan penggunaan sosial media tersebut mitra dapat memperluas pemasaran produknya,” tukasnya.
Selain itu, mitra juga belum memiliki katalog produk. Tim melatih mitra membuat katalog produk berisi lengkap mengenai produk kerajinan yang dimilikinya.*BWN-03

































