Sekdes yang Gantung Diri di Kantor Desa di Gianyar Diduga Depresi

Iklan Home Page

Gianyar, baliwakenews.com

Sekertaris Desa (Sekdes) Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali, I Ketut Candra Suratama diduga bunuh diri dengan cara gantung diri. Yang mengejutkan, pria berusia 56 tahun itu mengakhiri hidup atau salah pati di kantor desa setempat.

Informasi dihimpun, Ketut Candra ditemukan tergantung dengan memakai celana panjang biru dan baju merah di kusen pintu aula lantai dua Kantor Desa Belega, Sabtu 15 Januari 2022, sekitar pukul 09.00 WITA. “Yang menemukan pertamakali Ketut Candra tergantung adalah sang Kepala Desa Belega I Ketut Trisna Jaya (44). Saat itu, dia ke kantornya untuk persiapan acara pertemuan dengan pengurus PKK,” bisik sumber petugas.

Baca Juga:  Terjerat Pinjol, Karyawan Bandara Ngurah Rai Curi ATM Temannya

Kemudian peristiwa gantung diri yang dilalukan pria asal Banjar Jasri, Desa Belega itu dilaporkan ke Polsek Blahbatuh. Polisi menduga, Ketut Candra mengakhiri hidupnya saat subuh. “Jenasahnya telah dibawa ke rumah duka. Karena pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian Ketut Candra. Dan terkait motif bunuh diri itu, masih dilalukan penyelidikan,” tegasnya, seraya mengatakan jika almarhum selama hidup memiliki penyakit jantung dan sering berobat.

Baca Juga:  Pengangguran Bobol Toko di Pasar

Sementara Kapolsek Blahbatuh, Kompol Ketut Suharta Giri mengungkapkan, setelah menerima laporan orang gantung diri di Kantor Desa Belega, anggotanya mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP. “Dugaan awal, korban depresi karena penyakit jantung kronis yang dideritanya tak kunjung sembuh. Dan dugaan itu diperkuat dari keterangan keluarga almarhum,” tegasnya. BWN-01

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR