Kuta, baliwakenews.com
Meski situasi pandemi kita harus tetap berinovasi dan tidak diam menunggu pariwisata internasional dibuka. Hal itu ditegaskan salah seorang anggota DPRD Badung dapil Kuta, Ni Luh Gede Sri Mediastuti saat memfasilitasi dan membuka secara resmi beroperasinya Bank Sampah Segara Lestari yang dikelola PKK Banjar Segara Kuta, Kamis (1/7). Anggota Dewan asal Banjar Segara Kuta tersebut menjelaskan selaku wakil masyarakat dirinya terus memotivasi warga untuk senantiasa tidak pasrah dengan keadaan namun harus terus bergerak dan menggali potensi yang ada.
Salah satunya dengan mendirikan bank sampah yang sangat bermanfaat bagi lingkungan dan juga memberi nilai ekonomis bagi warga. Selain itu tujuan dari berdirinya Bank Sampah Segara Lestari tersebut adalah memberikan edukasi ke masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungannya. Baik itu dari sampah plastik maupun sampah lainnya. Dengan begitu diharapkan nantinya masyarakat bisa secara mandiri mengelola lingkungan dari skup keluarga dan wilayah sekitar mereka. Selain itu sebagai daerah pariwisata, sektor kebersihan dan keamanan adalah yang utama.
Terlebih dalam situasi pandemi covid seperti saat ini banyak warga yang tidak kerja sehingga diharapkan kegiatan ini bisa mengisi waktu luang mereka. “Demikian juga Ibu-ibu PKK ini bisa mengisi waktunya dengan kegiatan bank sampah ini agar tidak jenuh berdiam diri menunggu dibukanya pariwisata,” ujar Srikandi yang akrab disapa Luh De tersebut. Selain itu dengan mengumpulkan sampah dan dijual ke Bank Sampah ada nilai ekonomis yang didapat masyarakat. Paling tidak untuk meringankan beban kebutuhan sehari-hari mereka dalam situasi saat ini.
“Jadi semua sampah bisa dimanfaatkan dan dibawa ke Bank Sampah yang dikelola Ibu PKK ini. Kita tidak bisa diam hanya menunggu pariwisata kembali, tetapi harus terus bergerak berinovasi untuk bisa bertahan. Inilah yang terus saya motivasi dan dorong agar bisa berbuat walau kecil sembari tetap berhemat,” ungkapnya.
Apalagi semangat Ibu-Ibu PKK luar biasa didukung oleh Kaling Segara Nyoman Water dan Kelian Banjar Adat Ketut Werka sehingga optimis ini bisa terus berjalan. Termasuk dukungan masyarakat tentunya dengan tetap menerapkan prokes sesuai arahan pemerintah. “Jadi saya selaku wakil masyarakat tidak mau banyak omong, tetapi terus bergerak dan menggerakan masyarakat sembari mengedukasi anak-anak akan pentingnya kebersihan lingkungan,” tegasnya sembari menambahkan Bank sampah ini nantinya akan dibuka setiap 2 minggu sekali dan masyarakat menerima buku tabungan untuk menyimpan uangnya hasil penukaran sampah yang dilumpulkan. Nantinya tabungan ini bisa ditarik atau diuangkan untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Kaling Segara, Kuta, Nyoman Water menambahkan, pembentukan Bank Sampah tersebut sudah sejak lama dicanangkan. Bahkan sempat dilounching bersama di Legian. Namun karena situasi pandemi hal ini sempat mandeg. Akhirnya karena semangat ibu-ibu PKK Banjar Segara Bank Sampah ini mulai dioperasikan dibuka olah salah seorang Dewan Badung Ni Luh Gede Sri Mediastuti. “Mudah-mudahan hal ini nantinya mendapat suport dari Pak Bupati Badung, minimal dukungan moril dan apresiasi. Karena dengan semua banjar punya bank sampah maka Badung akan bersih,” ujarnya sembari mengatakan untuk kegiatan ini pihaknya didukung juga oleh Kuta Mimba.
Ketua Koperasi Kuta Mimba Nyoman Widya Arta memaparkan Koperasi Kuta Mimba awal lahirnya adalah dari Kuta hingga kini menjadi besar dan sudah go digital. Karenanya kehadirannya di bank sampah ini untuk membantu secara digital guna mempercepat proses. Sebab selaku Kaling Banjar Buni Kuta dia tahu persis proses memilah sampah di banjar ini bisa dari pagi sampai sore. Setelah dipelajari pihaknya memberikan model efesiensi kerja dimana pencatatan tidak lagi manual. “Jadi cukup 4 kader memegang hp dan begitu sampah masuk langsung diinfut sehingga cepat,” ujarnya. Selanjutnya pihaknya memotivasi gerakan ini untuk difinansialkan dengan dibuatkan rekening khusus tanpa biaya dan saldonya bisa ditarik nol. Pihaknya juga sudah memiliki Kuta Mimba Mobil Banking dengan Rp 50 ribu. “Jadi setiap kelipatan 50 ribu masuk ke buku tabungan,” imbuhnya. BWN-04

































