Kutsel, baliwakenews.com
Salah seorang Tokoh Nusa Dua, Ketut Tama Tenaya menyambut positif rencana pengembangan Pulau Nusa Dharma untuk wisata yoga. Meski demikian, dalam pengelolaanyaa disarankan agar bekerjasama dengan desa adat dan Kelurahan. “Pengelolaanya harus bekerjasama dengan Desa Adat dan Kelurahan,” sarang Anggota DPRD Propinsi Bali tersebut, Kamis (24/6).
Pulau Nusa Dharma sambung Politisi senior PDIP tersebut memang masih tergolong alami dan rindang. Karenanya jika wisata yoga dilaksanakan di sana sangat cocok. Hanya dalam pengelolaanya sebaiknya melibatkan desa adat sebagai penyangga kawasan Nusa Dua dan juga Kelurahan Benoa. Terutama terkait perijinanya yang harus dikoordinasikan dengan instansi.
Terpisah Bendesa Adat Bualu, Wayan Mudita saat diminta konfirmasinya mengaku belum ada koordinasi dari pihak ITDC terkait rencana pemanfaatan Pulau Nusa Dharma. Memang seperti hotel-hotel di kawasam Nusa Dua pengelolaanya dilakukan pihak ITDC. Namun begitu dia berharap jika nantinya memang dimanfaatkan untuk kegiatan wisata Yoga agar ada semacam kerjasama dengan pihaknya di Desa Adat. Dengan begitu paling tidak keberadaan kegiatan tersebut akan bermanfaat untuk pembangunan di Desa Bualu.
Ditanya terkait keinginan Bupati Badung yang disampaikam saat peresmian Kantor Pecalang agar Pulau tersebut dikelola oleh Desa Adat, Mudita mengatakan memang saat itu kebetulan dia belum Ngaya sebagai bendesa. Namun demikian keinganan orang nomor satu di Badung tersebut tentu nantinya akan dikomunikasikan lebih jauh. “Saat itu kebetulan tyang belum Ngayah jadi Bendesa, nanti tyang akan coba komunikasikan dulu,” paparnya. BWN-04
































