Jakarta, baliwakenews.com
Direktur Jaringan, Operasi dan Penjualan PT Pegadaian (Persero), Damar Latri Setiawan dengan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kantor Pusat Pegadaian, Senin 31 Mei 2021. Melalui perjanjian tersebut PT Pegadaian (Persero) perluas jaringan keagenan berbasis syariah dengan menggandeng PP Pemuda Muhammadiyah dalam penyediaan produk, layanan dan keagenan Pegadaian Syariah.
Direktur Jaringan, Operasi dan Penjualan PT Pegadaian (Persero), Damar Latri Setiawan mengatakan, kerjasama yang dilakukan oleh kedua belah pihak meliputi penyediaan layanan produk, monitoring dan evaluasi terhadap anggota PP Pemuda Muhammadiyah yang bergabung menjadi agen Pegadaian Syariah. Adapun manfaat lainnya yang diperoleh melalui kerjasama juga berfokus pada penyediaan fasilitas promo atas layanan dan produk Pegadaian.
Lebih lanjut dikatakan, kerjasama ini merupakan bentuk komitmen Pegadaian dalam memperluas jaringan keagenan sekaligus menjalankan literasi keuangan khususnya kepada kaum milenial seperti di lingkungan PP Pemuda Muhammadiyah.
“Kerjasama ini sangat strategis, karena jaringan pemasaran produk dan layanan perseroan akan semakin luas, ” ucap Damar, sembari mengatakan bagi PP Pemuda Muhammadiyah, para kadernya yang menjadi agen bisa mendapatkan penghasilan tambahan untuk memutar roda perekonomian masing-masing individu dan juga meningkatkan perekonomian Indonesia.
Sementara itu Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto menjelaskan, anggota PP Pemuda Muhammadiyah sadar akan pentingnya pengetahuan terhadap investasi keuangan dan perencanaan masa depan. Oleh karena itu Pegadaian akan turut serta membantu dalam memberikan literasi keuangan untuk para kader PP Pemuda Muhammadiyah.
“Pemuda Muhammadiyah memiliki anggota dengan jumlah besar dan jaringan luas. Dengan kerjasama ini, maka kami harapkan Pegadaian dapat mendukung mewujudkan salah satu visi PPPM dalam memberikan dukungan terhadap pengembangan kapabilitas anggota terutama terhadap kebutuhan financial dengan berbagai produk unggulan Pegadaian,” ujar Sunanto.
Selain itu, jumlah anggota Organisasi Kepemudaan Nasional yang mencapai 4 juta orang di 34 Provinsi dapat membantu pengembangan Insan Pemuda Indonesia yang terus berkembang dan berkontribusi terhadap kemaslahatan ummat, serta meningkatkan kualitas kader di komunitas.
Hingga saat ini tercatat lebih dari 900 perusahaan yang telah bersinergi dengan Pegadaian, diantaranya BUMN, BUMD, swasta, asosiasi, perguruan tinggi, maupun instansi lainnya. “Hal ini kami lakukan untuk memperluas jangkauan pelayanan, sehingga mempermudah masyarakat dalam mengakses produk dan layanan Pegadaian,” pungkas Damar. *BWN-03





























