Tabanan, baliwakenews.com
Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Tabanan kian mengganggu aktivitas masyarakat. Antrean SPBU meluas hingga Pacung, Baturiti. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan pun mulai menerapkan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN), Kamis (15/10/2026). Sejumlah sekolah swasta juga beralih ke pembelajaran daring.
Sekda Tabanan I Gede Susila mengatakan, Pemkab mengikuti kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali yang meminta instansi pemerintah, vertikal, serta BUMN dan BUMD menerapkan WFH pada 15–17 Oktober 2026.
“Kita ikuti seperti apa kebijakan Pemprov untuk pelaksanaannya di lapangan,” ujarnya, Rabu (14/10).
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Gusti Putu Ngurah Darma Utama mengatakan, sekolah diperbolehkan menerapkan pembelajaran daring hingga pasokan BBM kembali normal.
Kebijakan ini mempertimbangkan kendala transportasi yang dialami guru, dengan tetap menjamin hak siswa memperoleh pembelajaran.
“Mulai besok sampai (pasokan BBM) normal,” katanya.
Pelaksanaan pembelajaran daring diserahkan kepada masing-masing sekolah melalui manajemen berbasis sekolah. Surat edaran sebagai dasar kebijakan tersebut telah diajukan kepada Bupati Tabanan untuk mendapat persetujuan.
Sejumlah sekolah swasta, termasuk di bawah naungan Yayasan Saraswati dan Al Amin, telah lebih dahulu menerapkan pembelajaran daring.
Penerapan WFH dan pembelajaran daring menjadi langkah penyesuaian di tengah gangguan pasokan BBM yang belum mereda. Di sisi lain, masyarakat masih harus menghadapi antrean panjang untuk mendapatkan bahan bakar. BWN-06































