Membuat Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Tabanan mulai membangun misteri dan kolaborasi dengan, Dinas Pariwisata Tabanan, sejumlah pekerja wisata, pelaku usaha wisata, pelaku UMKM, praktisi, akademisi hingga komunitas anak muda di Tabanan untuk menjadikan Tabanan sebagai lokasi titik kumpul.
Ide dan gagasan Tabanan sebagai titik kumpul menjadi pembahasan saat digelar fokus group discsusion (FGD) di Graha Yadnya, Rabu (14/10).
Ketua BPPD Tabanan I Gusti Ngurah Gede Nugrahara yang dalam sebuah dalam mengatakan FGD yang membahas Tabanan sebagai titik kumpul untuk Tabanan menjadikan daerah sebagai pusat interaksi dan destinasi pariwisata.
Lebih lagi saat ini wajah dari Kota Tabanan tengah dalam penataan. Inilah yang akan menjadi tagline yang begitu masif di beberapa media sosial. “Sehingga kami mencoba menerjemahkan dan berdiskusi dengan beberapa stakeholder,” ujarnya.
Menurut Nugrahara, Kabupaten Tabanan memiliki keindahan alam, kekayaan budaya, serta posisi geopolitik pariwisata yang sangat strategis untuk dijadikan ruang pertemuan berbagai ide pembangunan.
Kemajuan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari fisik atau jumlah kunjungan, tetapi juga keberlanjutan budaya, kelestarian lingkungan, dan ekonomi lokal.
Nugrahara menegaskan, FGD ini bukan sekadar tempat bertemu dan berdialog, melainkan memadukan kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku pariwisata, masyarakat, dan akademisi untuk menggali potensi yang lebih terarah.
“Aspek budaya, aspek alam, ekonomi kreatif, gastronomi, UMKM menjadikan pariwisata Tabanan satu arah pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Ia berharap setiap gagasan, kritik, dan pandangan yang disampaikan dalam forum ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk melahirkan program dan kerja sama konkret sesuai karakter serta kebutuhan masyarakat Tabanan.
“Kemajuan pariwisata Tabanan bukan hanya diukur dari pembangunan fisik, meningkatnya kunjungan wisatawan, tetapi juga dari terjaganya nilai-nilai budaya, kesejahteraan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan tumbuhnya ekonomi lokal,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan I Made Agus Harthawiguna mengatakan, pihaknya harus menangkap semangat yang disampaikan Bupati terkait Tabanan sebagai titik kumpul. Dinas Pariwisata kemudian berdiskusi dengan BPPD untuk memaknai konsep tersebut dalam konteks kepariwisataan.
“Ketika Pak Bupati membangun suatu semangat Tabanan sebagai titik kumpul, tentunya dari sisi kami yang menyelenggarakan urusan pariwisata harus menangkap semangat yang telah disampaikan. Dalam sisi kami di pariwisata, tentu kami punya mitra dengan BPPD kemudian mendiskusikan bagaimana pemaknaan titik kumpul itu ketika kita kaitkan dengan kapasitas dunia pariwisata di Tabanan,” ujarnya.
Melalui FGD ini, pihaknya ingin membangun satu pemaknaan bersama sekaligus menggali isu-isu yang berkembang di kalangan pemangku kepentingan pariwisata Tabanan. Tidak hanya menjaring isu, peserta juga diminta menyampaikan solusi.
“Dari isu-isu yang terakomodir tadi tentunya akan kita jadikan kesimpulan yang kemudian akan kita kaji dulu di awal dengan teman-teman BPPD yang kemudian menjadi bahan laporan,” katanya.
Ia menekankan, semangat titik kumpul harus disambut semua pihak agar bisa bergerak sinergis. Menurutnya, gerakan ini tidak bisa berjalan sendiri karena melibatkan banyak pihak, mulai dari masyarakat, petani, hingga pelaku usaha.
“Bagaimana kemudian membangun sinergi yang membangun semangat titik kumpul itu bisa menjadi satu kesatuan yang bisa memberikan kontribusi positif untuk pariwisata Tabanan. Itu inti kata kunci dari kegiatan kita hari ini,” paparnya.
FGD ini melibatkan berbagai elemen pemangku kepentingan (stakeholder), mulai dari perwakilan generasi muda (Yowana), pemerhati budaya, sektor pertanian, penyedia transportasi, pengelola DTW, hingga Forum Komunikasi Desa Wisata
Dari hasil diskusi komprehensif tersebut, BPPD Tabanan berhasil menginventarisasi sekitar 15 usulan strategis yang akan dirangkum dan diserahkan secara resmi kepada Bupati Tabanan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil kebijakan prioritas pengembangan pariwisata daerah ke depannya. BWN-01
































