Mangupura, baliwakenews.com
Persoalan banjir yang kerap melanda kawasan Seminyak, Kuta, Badung, menjadi perhatian pemerintah. Salah satu upaya yang dilakukan yakni meninggikan Jalan Kunti II sekaligus membangun gorong-gorong untuk memperbaiki sistem drainase di kawasan tersebut.
Pekerjaan yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung itu berdampak pada penutupan sementara Jalan Kunti II pada malam hari. Akses jalan ditutup total mulai pukul 22.00 WITA hingga 06.00 WITA selama satu bulan, terhitung 1 Oktober hingga 1 November 2026.
Lurah Seminyak, I Putu Gede Adhi Karmita Putra, mengatakan peninggian jalan dilakukan karena kawasan Kunti II merupakan salah satu titik yang kerap mengalami banjir saat hujan lebat.
“Ini terkait proyek peninggian jalan di Kunti II yang sering banjir. Dari PUPR Badung ada proyek peninggian jalan. Sesuai informasi dari kontraktor, kami diminta membantu penutupan jalan mulai pukul 22.00 WITA sampai pukul 06.00 WITA,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, pekerjaan sengaja dilaksanakan pada malam hari untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas pada siang hari. Setelah proyek rampung, peninggian jalan diharapkan dapat mengurangi intensitas genangan yang selama ini mengganggu warga maupun pengguna jalan.
Selama proyek berlangsung, sejumlah rekayasa lalu lintas diterapkan. Akses dari Jalan Tangkuban Perahu menuju Jalan Bidadari hanya dibuka bagi sepeda motor. Sementara akses dari Jalan Tangkuban Perahu menuju Jalan Gunung Athena diperuntukkan bagi warga atau penghuni setempat.
Sementara itu, Jalan Kunti II mulai Simpang Empat Yudistira hingga perbatasan Gunung Athena ditutup total bagi pengguna jalan umum. Kendaraan yang tidak berkepentingan diarahkan untuk putar balik dan menggunakan jalur alternatif.
Untuk mendukung pengamanan penutupan, Kelurahan Seminyak menyiagakan tiga hingga lima personel Linmas setiap malam di sekitar Simpang Yudistira dan Jalan Kunti II. Pengamanan turut dibantu Bhabinkamtibmas dan Babinsa.
Adapun pengamanan jalur alternatif dari Jalan Bidadari menuju Taman Mertanadi yang berbatasan dengan wilayah Denpasar dikoordinasikan dengan Kelurahan Padangsambian Kelod.
Adhi Karmita mengatakan sosialisasi telah dilakukan kepada kelian banjar, kepala lingkungan (kaling), serta Kelurahan Padangsambian Kelod. Informasi mengenai penutupan juga disampaikan melalui media sosial kelurahan dan akun media sosial masing-masing kelian banjar.
“Untuk sementara mungkin masyarakat yang pulang malam akan sedikit terganggu. Namun, kami berharap setelah satu atau dua hari, masyarakat mulai terbiasa dan bisa mencari jalur alternatif lainnya,” katanya.
Pada malam pertama penutupan, Kamis (1/10/2026), situasi lalu lintas dan pengamanan berjalan aman. Berdasarkan laporan Linmas, pekerjaan pengurugan malam itu berlangsung dalam skala terbatas hingga sekitar pukul 03.00 WITA.
Penutupan jalan juga berpotensi memengaruhi mobilitas warga dan aktivitas usaha di sekitar Kunti II. Di kawasan tersebut terdapat sejumlah vila dan toko. Kendaraan yang berkepentingan menuju akomodasi maupun tempat usaha masih dapat berkoordinasi dengan petugas di lapangan untuk mengetahui akses yang memungkinkan dilalui, dengan tetap memperhatikan aktivitas alat berat.
Hingga hari pertama penutupan, Kelurahan Seminyak belum menerima keluhan dari masyarakat. Meski demikian, antisipasi kepadatan tetap dilakukan dengan mengarahkan pengguna jalan menuju jalur alternatif.
Adhi Karmita berharap masyarakat memahami kebijakan tersebut karena pekerjaan peninggian jalan dan pembangunan gorong-gorong merupakan bagian dari upaya mengatasi persoalan banjir di kawasan Kunti II.
“Kami mohon permakluman masyarakat dan pengguna jalan untuk mencari jalur alternatif. Ini untuk kepentingan umum, karena Jalan Kunti II memang sering banjir ketika hujan lebat. Mudah-mudahan dengan peninggian jalan ini, intensitas banjir bisa berkurang dan jalan dapat digunakan dengan lebih baik oleh masyarakat,” harapnya.
Kelurahan Seminyak mengimbau masyarakat memperhatikan jadwal penutupan serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Penutupan bersifat sementara dan dijadwalkan berakhir pada 1 November 2026. BWN-04
































