Singgasana Seni Bung Karno di Sanur, Adi Arnawa Tekankan Seni sebagai Motor Ekonomi Kreatif Bali

Iklan Home Page

Denpasar, Baliwakenews.com

Ajang Singgasana Seni Bung Karno tidak sekadar menjadi panggung pergelaran seni dan seremoni kebudayaan. Di hadapan para pemangku kebijakan tingkat nasional dan daerah, kegiatan yang digelar di The Meru Sanur, Sabtu (28/2/2026), ini ditegaskan sebagai ruang strategis penguatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal Bali.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta hadir langsung dalam pergelaran yang memadukan fashion show, pertunjukan musik, pameran Industri Kecil Menengah (IKM) produk lokal Bali, hingga UMKM kuliner.


Adi Arnawa menegaskan, kegiatan semacam ini harus diposisikan lebih dari sekadar agenda seremoni. Menurutnya, seni dan budaya Bali memiliki daya ungkit ekonomi yang signifikan apabila dikelola secara terintegrasi dengan sektor pariwisata dan industri kreatif.

Baca Juga:  DPRD Bali–Kodam Udayana Bersatu, Aset Telantar dan Tata Ruang Bali Masuk Pengawasan Ketat


“Ajang ini menjadi ruang ekspresi seni sekaligus penguatan sektor ekonomi kreatif dan pemberdayaan pelaku IKM serta UMKM lokal Bali. Kita ingin produk lokal tidak hanya tampil, tetapi naik kelas dan memiliki akses pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Kehadiran Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, serta jajaran kepala daerah se-Bali menunjukkan kuatnya dukungan politik terhadap ekosistem seni dan ekonomi kreatif di Pulau Dewata.

Baca Juga:  Penjualan Ritel Bali Masih Kuat, BI Ungkap Dampak Low Season dan Harapan Lonjakan Saat Nyepi–Lebaran
SINGGASANA-Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta saat hadir Singgasana Seni Bung Karno di Sanur.

Turut hadir Ketua DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster, serta para bupati/wali kota, ketua DPRD kabupaten/kota, dan jajaran perangkat daerah se-Provinsi Bali.

Secara substansi, kegiatan ini merefleksikan upaya konsolidasi antara kebijakan kebudayaan dan strategi pembangunan ekonomi daerah. Bali, yang selama ini bertumpu pada sektor pariwisata, dinilai perlu memperkuat rantai nilai industri kreatif agar tidak hanya menjadi pelengkap atraksi wisata, melainkan menjadi pilar ekonomi yang berkelanjutan.

Bagi Kabupaten Badung, yang dikenal sebagai episentrum pariwisata Bali, penguatan UMKM dan IKM berbasis budaya menjadi krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. Pemerintah Kabupaten Badung, menurut Adi Arnawa, berkomitmen menciptakan ekosistem yang mendukung akses permodalan, promosi, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal.

Baca Juga:  Jelang Liga 4, Asprov PSSI Bali Sowan ke Gubernur Koster

Dengan menghadirkan seni, mode, musik, dan produk kreatif dalam satu panggung, Singgasana Seni Bung Karno menjadi simbol bahwa warisan ideologis dan kebudayaan dapat diterjemahkan dalam strategi ekonomi konkret, bukan sekadar nostalgia sejarah, tetapi agenda pembangunan berbasis identitas Bali. BWN-05

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR