Wisata Edukasi Tambah Daya Tarik DTW Pantai Pandawa

Iklan Home Page

Kutuh, baliwakenews.com

Wisata Edukasi yang dikemas secara apik menambah daya tarik DTW Pantai Pandawa. Wisata unik ini kini bahkan menjadi incaran para mahasiswa hingga beberapa Pemda dari berbagai daerah di Indonesia. Karena selain bisa berlibur mereka juga ingin mengetahui manajemen pengembangan tata kelola DTW Pantai Pandawa hingga terkenal sampai saat ini. Seperti Kamis (21/10) ratusan mahasiswa IAIN Kudus didampingi sejumlah dosen menyambangi DTW Pantai Pandawa dalam program wisata edukasi ini. Kemajuan pengelolaan yang dilakukan manajemen DTW Pandawa, Kutuh ini dikemas menjadi daya tarik Wisata edukasi yang kian hari semakin diminati.

Salah seorang Dekan IAIN Kudus yang rombongan Wisata Edukasi tersebut, Supriyadi memaparkan pihaknya tertatik datang ke DTW Pandawa setelah mendapat banyak informasi tentang keberhasilan pengelolaan Objek Wisata Pantai Pandawa. Karenanya kehadiran mereka bersama para mahasiswa untuk datang menggali informasi dan sharing tentang manajemen dan pengelolaan DTW Pantai Pandawa. Dengan harapan para mahasiwa yang ikut wisata edukasi ini bisa mendapatkan hal positif tentang bagaimana tata kelola dan manajemen yang diterapkan di DTW Pantai Pandawa hingga bisa berkembang maju beserta unit-unit usaha yang dimiliki. Keberhasilan manajemen pengelolaan Pantai Pandawa ini diharapkan bisa diserap oleh para mahasiswa selaku generai penerus bangsa.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Mendem Pedagingan di Pura Dauh Pasar Binong Werdi Bhuwana Mengwi

Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan Destinasi Pantai Pandawa, Wayan Duartha mengakui kalau program wisata edukasi semakin dikimonati. Sebenarnya mahasiswa IAIN Kudus yang berkunjung ke Pantai Pandawa sebanyak 700 orang. Namun karena situasi pandemi yang ikut dalam wisata edukasi tersebut sebanyak 200 orang.

Dalam paparannya Duartha lebih menekankan pada seperti apa pengembangan destinasi ini secara berkelanjutan. Selain memaparkan awal pengembangan DTW Pantai Pandawa, dia juga menjelaskan tentang konsep pengembangan yang telah dirancang. Dimana dibagi dalam 4 zone dengan rancangan pangsa pasar yang sangat jelas. Termasuk pembangunan beach club bertaraf internasional dengan pasar wisatawan asing. Duartha juga menjelaskan tentang regulasi yang menjadi dasar pengembangan kawasan pesisir. Baik itu awig-awig, Perbup, Pergub serta Undang-undang maupun aturan lainnya. Di sisi lain smabung dia pihaknya juga melibatkan investor luar namun dalam bentuk kerjasama kapital dengan mengikuti aturan yang telah ditetapkan desa adat. Hal ini sebagai upaya menjaga kearifan lokal dengan konsep ekonomi kerakyatan. “Intinya DTW Pandawa ini adalah milik masyarakat Desa Kutuh dan dikelola oleh masyarakat untuk mensejahterakan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga:  Pengusaha Janur Berkomplot Mencuri Sepeda Motor

Sementara itu, Bendesa Adat Kutuh, Nyoman Mesir menjelaskan bagaimana menata kawasan Desa Kutuh yang tadinya masyarakatnya miskin menjadi bebas KK miskin. Selain kerja keras, hal ini bisa terwujud berkat komitmen bersama semua komponen masyarakat di Desa Adat Kutuh. Dimana awalnya hanya dengan tekad yang kuat pihaknya mengubah tebing yang tandus menjadi sebuah objek wisata. Diakuinya pertama merintis tidak mudah karena tanpa modal hanya berbekal tekad. Namun dengan semangat kebersamaan akhirnya impian menjadikan tebing curam Pantai Pandawa sebagai DTW andalan kini bisa terwujud. Hal ini juga tidak terlepas dari sinergi antara desa adat dan dinas serta dukungan masyarakat setempat.

Direktur Bumda Desa Adat Kutuh, Ni Luh Hepi Wiradani memaparkan akan keberadaan lembaga yang dipimpinnya kaitannya dengan pengembangan DTW Pandawa. Dia juga menceritrakan bagimana pihaknya berusaha bertahan di tengah pandemi covid 19. Dengan tadinya penghasilan belasan miliar saat sebelum pandemi yang akhirnya turun drastis hingga 3 miliar sehingga memaksanya melakukan beberapa efisiensi dan restrukturisasi unit usaha dari 9 unit menjadi 4. Yakni unit Pantai Pandawa, Gunung Payung Cultural Park, Paraglading serta unit barang dan jasa. Seiring menurunnya kasus dan Bali masuk PPKM level 3 hingga sekarang level 2 kunjungan ke Pantai Pandawa mulai ada. “Kita berusaha bertahan karena destinasi sempat buka tutup sehingga kami melakukan efesiensi-efisiensi,” ujarnya sembari mengaku bersyukur karena kini kunjungan sudah kembali menggeliat. Dimana untuk akhir pekan mencapai 2000 orang per hari Selain memaparkan manajemen Bumda serta pengelolaan unit yang ada, Hepi juga menjabarkan berbagai daya tarik yang dimiliki DTW Pantai Pandawa. Program wisata edukasi ini mendapat sambutan antusias peserta. Dimana beberapa pertanyaan terlontar dalam sesi diskusi yang disiapkan moderator . BWN-04

Baca Juga:  Libur Nataru Berakhir, Kunjungan ke DTW Pandawa Tetap Ramai

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR