Mangupura, baliwakenews.com
Masyarakat di wilayah pesisir Bali diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi pada 7–11 Oktober 2025. Peringatan dini ini disampaikan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Selasa (30/9).
Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, menjelaskan potensi rob kali ini dipengaruhi fenomena astronomis, yaitu fase Perigee pada 7 Oktober, saat Bulan berada di titik terdekat dengan Bumi, yang bertepatan dengan fase Bulan Baru. Kombinasi tersebut diprediksi memicu peningkatan maksimum tinggi muka air laut.
“Dampaknya bisa berbeda di tiap wilayah, baik waktu maupun ketinggian. Aktivitas di pelabuhan, pemukiman pesisir, tambak garam, hingga perikanan darat berpotensi terganggu,” jelas Cahyo.
Selain Kuta, daerah lain di Bali yang berpotensi terdampak meliputi Gianyar, Tabanan, Klungkung, dan Karangasem. BBMKG mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau perkembangan cuaca maritim melalui kanal resmi, baik website, aplikasi Info BMKG, maupun media sosial @bmkgbali.
Sebelumnya, Kuta sempat dilanda banjir akibat pasang air laut. Kondisi serupa berpotensi terulang apabila fenomena rob benar-benar terjadi pada awal Oktober mendatang. BWN-04































