Mangupura, baliwakenews.com
Viral di media sosial, sebuah vidio menunjukan seorang warga komplin dan mengeluhkan kondisi air sungai berwarna pekat dan bau mengalir ke Pantai Labuan Sait, Pecatu. Dalam vidio yang diambil di bawah guyuran hujan tersebut, sambil menunjuk ke arah sungai warga tersebut menyebutkan kalau air tersebut bercampur dengan limbah.
Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta saat dikonfirmasi mebenarkan adanya kejadian tersebut. Limbah tersebut diketahui berasal dari salah satu restoran yang membuang limbah olahan dapur ke saluran sungai kering di dekat Pantai. Saat terjadi hujan lebat, limbah yang menggenang di sungai ini hanyut bersama air hingga meluber ke pantai Labuan Sait.
Sebelum viral di media sosial, sambung dia, sebenarnya sudah ada laporan dari masyarakat ke pihaknya dan sudah diteruskan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung. Laporan tersebut masuk ekitar satu minggu yang lalu dan diindaklanjuti dengan turun ke lapangan. “Karena itu merupakan tempat yang kami sucikan karena menjadi tempat upacara, untuk melasti dan lainnya,” ucapnya, Kamis (8/5/2025) sembari mengungkapkan, pencemaran ini mencuat dan viral di media sosial pada Selasa (6/4) lalu.
Sebab kebetulan saat itu turun hujan lebat yang mengguyur kawasan Desa Pecatu. Limbah yang sebelumnya menggenang dan mengendap di sungai kering ini selanjutnya dibawa air hujan hingga ke pantai bercampur dengan air laut.
“Limbah yang terbawa air ini mengandung minyak dan sisa olahan dapur, sehingga bau menyengat dan membuat air laut menjadi keruh. Masyarakat dan pengelola pantai, serta wisatawan sudah ada yang komplain,” bebernya.
Salah satu pemilik akomodasi berupa restoran telah dipanggil ke Kantor Desa Adat Pecatu untuk.dimintai tanggung jawab. Dalam pertemuan tersebut, yang bersangkutan mengakui perbuatannya dan bersedia menandatangani pernyataan siap menutup saluran pembuangan serta membangun sistem pengolahan limbah sendiri selasa depan.
“Kalau belum teratasi hingga Selasa depan, sesuai janjinya, kami minta tutup salurannya sesuai pernyataan yang bersangkutan, agar tidak berdampak yang lebih luas lagi,” ucapnya.
Dia juga mengingatkan seluruh pelaku usaha di kawasan Pecatu untuk tidak membuang limbah ke area publik. Terlebih ke pantai yang menjadi ikon pariwisata dan tempat suci masyarakat adat. Selain itu hal ini juga mencoreng citra pelaku usaha dan mencerminkan kurangnya kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan sekitar. BWN-04

































