Denpasar, baliwakenews.com
Viralnya budidaya porang menjadi latar belakang pembentukan Koperasi Mitra Tani Mahotama (Kopmitama). Budidaya porang menurut Ketua Pengurus Kopmitama, Nyoman Sarna, sangat potensial dikembangkan di Bali dan menjanjikan keuntungan besar.
Nyoman Sarna memaparkan pendirian koperasi berawal dari wacana menyukseskan ketahanan pangan di Bali. “Saya melihat Porang ini sangat layak dibudidayakan di Bali. Selain itu biaya promosi juga bisa ditekan karena Porang ini sudah sangat viral. Makanya kami bentuk koperasi yang memiliki konsep dari, oleh dan untuk anggota,” ucapnya Sabtu (16/1) saat sosialisasi pendirian Kopmitama di Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Renon Denpasar.
Lebih lanjut dikatakan Koperasi tidak harus bercinta-cita besar, tidak harus untung besar, tapi bagaimana anggota punya penghasilan dari koperasi. “Makanya saya mencoba membuat pola ‘suka duka’ yang intinya berbagai. Disana ada unsur pemilik lahan, ada unsur pendana, ada unsur penggarap dan koperasi yang menjadi wadahnya. Jadi tiga komponen tersebut bekerja sama yang dikoordinir oleh koperasi,” paparnya.
Kopmitama mempertemukan antara masyarakat yang memiliki dana lebih dengan masyarakat yang memiliki lahan tidur, serta mereka yang memiliki kemampuan untuk menggarap lahan.
“Dari hitungan sederhana kami dan pengalaman pembudidaya sebelumnya, dengan pola ini pendana bisa mendapatkan keuntungan 30% lebih per tahun. Bahkan bila dana dibiarkan dalam dua kali masa tanam dapat menjadi 100%,” ungkapnya.
Sarna mengatakan ingin memancing generasi muda milenial di desa agar tertarik dengan pertanian budidaya porang ini, karena berbeda dengan padi pekerjaan tidak terlalu sulit. “Kita ingin gandeng generasi milenial ini untuk bekerja sebagai penggarap, karena harapan kita penggarap dari lokal,” katanya.
Ketua Dekopinwil Bali, I Wayan Murja, menyambut baik pendirian Kopmitama karena budidaya pangan menjadi program unggulan dari Dekopin saat ini. “Pembentukan Kopmitama ini kedepan akan berkolaborasi dengan program Dekopin. Karena arahan dari pemerintah Dekopin akan terus mendorong ekonomi kerakyatan, ekonomi yang berkeadilan ini. Agar Dekopin nanti mendorong program budidaya pangan dikelola dari hulu ke hilir,” ucapnya.
Dikatakan, selama ini ekonomi Bali didominasi oleh sektor pariwisata, karena pariwisata terpuruk saat ini untuk menyeimbangkan perekonomian Bali maka perlu sektor lain dikembangkan salah satunya sektor pertanian. Dengan adanya budidaya porang yang menjanjikan keuntungan bagi petani, akan dapat membangkitkan perekonomian Bali.
Sementara Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Bali, Wayan Mardiana, yang membuka sosialisasi mengatakan Pemda Bali tengah mendorong koperasi produksi. “Makanya kami sangat mendukung pendirian Kopmitama yang khususnya bergerak di budidaya Porang dan keladi beneng. Saya harapkan Kopmitama sudah punya pasar yang jelas sehingga nantinya para petani yang tergabung dalam Koperasi ini tidak menghadapi persoalan pemasaran. Itu yang kerap menjadi persoalan petani, yaitu pasar,” katanya.
Kemudian dari segi harga juga sudah ditentukan dan berdasarkan kesepakatan antara koperasi dengan petani. “Kepastian pembayaran juga jelas, jadi hasil dari petani tidak boleh di bon dan harus dibayar tunai. Dengan demikian akan ada keberlanjutan usaha dari para petani dan juga koperasi. Karena sudah jelas tujuan dari Koperasi adalah ekspor dan sudah ada perjanjian kerjasama dengan eksportir,” tandasnya sambil mengatakan Kopmitama akan dapat meningkatkan kesejahteraan para petani.
Selain itu budidaya porang ini menggunakan lahan yang tidak produktif.
Koperasi pertama yang bergerak di bidang Porang ini, diharapkan menjadi motivasi bagi koperasi lainnya untuk mengikuti jejak Kopmitama. “Kedepan kami akan terus gerakan koperasi di sektor pertanian ini sehingga sesuai dengan harapan Gubernur, bagaimana persoalan pertanian dari hulu ke hilir dapat teratasi sehingga tidak ada lagi persoalan harga anjlok saat panen raya,” pungkasnya.
Sementara itu baru satu bulan digagas Kopmitama sudah memiliki anggota 106 orang. Hingga saat ini sudah ditanam 14 .300 bibit Porang di lahan 72 are dari target 25 hektar dengan 40 ribu bibit Porang.*BWN-03


































