Usai Melihat Rumah Impian, Ibu dan Anak Terseret Arus Deras di Sungai Seraya

Iklan Home Page

Karangasem, baliwakenews.com

Hujan deras yang mengguyur wilayah Seraya, Karangasem, pada Minggu sore (6/7/2025), menyisakan luka mendalam bagi warga Dusun Gambang. Di tengah derasnya air yang meluap dari sungai, sepasang ibu dan anak justru kehilangan nyawa saat dalam perjalanan pulang dari meninjau rumah impian mereka.

Ni Luh Sutriadnyani dan putranya, I Wayan Eka, baru saja menengok pembangunan rumah keluarga kecil mereka di kawasan Seraya Barat. Rumah itu, konon, menjadi simbol harapan baru bagi mereka yang selama ini tinggal menumpang di rumah mertua di Banjar Ijo Gading. Namun takdir berkata lain. Di perjalanan pulang, jalur sungai yang biasa mereka lewati berubah menjadi jebakan maut.

Baca Juga:  Wabup Suiasa Hadiri Karya Ngenteg Linggih di Banjar Adat Kung Desa Dalung

“Mereka habis melihat rumah yang sedang dibangun. Biasanya warga memang lewat sana kalau air surut,” tutur Perbekel Desa Seraya, I Wayan Dandri. Namun sore itu, hujan deras membuat sungai berubah wajah. Air meluap, deras, dan menelan jalan setapak yang selama ini dikenal aman saat musim cerah.

Naas, Ni Luh dan Wayan Eka tak menyadari bahaya yang mengintai. Mengendarai sepeda motor, mereka mencoba menerobos jalur yang sudah digenangi air. Sekejap saja, tubuh dan kendaraan mereka terseret arus. Panik dan teriakan minta tolong tak terdengar dalam gemuruh sungai yang mengamuk.

Warga sekitar yang melihat kejadian itu segera melakukan pencarian, berpacu dengan waktu dan harapan. Namun harapan itu cepat meredup. Tubuh kecil Wayan Eka ditemukan lebih dulu dalam keadaan tak bernyawa. Tak lama berselang, sang ibu, yang barangkali sempat mencoba melindungi anaknya dalam derasnya air, juga ditemukan dalam kondisi yang sama.

Baca Juga:  Peringatan HUT Satpol PP Ke-74 dan Satlinmas Ke-62 Provinsi Bali di Puspem Badung

“Keduanya ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dan langsung dibawa ke rumah sakit,” kata Dandri dengan suara berat.

Berita ini menyentak kesadaran banyak warga. Jalur yang selama ini dianggap biasa dilewati saat cuaca tenang, bisa menjadi sangat berbahaya ketika hujan mengguyur deras. Pemerintah desa pun langsung mengeluarkan imbauan agar masyarakat menghindari jalur-jalur rawan banjir, terutama saat hujan deras datang tiba-tiba.

Baca Juga:  Koster-Giri Bakar Semangat Pengurus DPC PDI-Perjuangan Karangasem Tetap Solid, Tatap Pertarungan 2029

Rumah impian yang belum sempat dihuni itu kini menjadi saksi bisu dari kehilangan yang tak terperi. Sejumlah kerabat dan warga tampak masih berkabung, tak percaya bahwa dua nyawa sekaligus terenggut dalam sekejap oleh amarah alam.

Dari duka di sungai Seraya, ada pelajaran yang ingin disampaikan alam. Bahwa tak semua jalur yang biasa dilalui bisa tetap aman, bahwa waspada adalah satu-satunya pelindung saat cuaca berubah tak menentu. BWN-01

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR