Mejaya-Jaya di Tanah Leluhur, Forum SEKAR Bali Dikukuhkan Siap Perkuat Pasemetonan dan Bangun Karangasem

Iklan Home Page

Amlapura, Baliwakenews.com


Pengurus Forum Semeton Karangasem (SEKAR) Bali mengawali masa bakti 2025–2029 dengan menggelar ritual Mejaya-Jaya di Pura Jagatnatha Karangasem, Jumat (5/6). Prosesi sakral tersebut dirangkaikan dengan pengukuhan kepengurusan baru sebagai simbol kesiapan organisasi menjalankan pengabdian kepada masyarakat berlandaskan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Bali.

Ketua Umum Forum SEKAR Bali, Dr. I Made Suniastha Amerta, mengatakan prosesi Mejaya-Jaya memiliki makna mendalam karena setiap amanah yang diemban tidak hanya dipertanggungjawabkan secara sekala, tetapi juga niskala.

“Melalui prosesi ini kami memohon tuntunan dan restu agar setiap pikiran, perkataan, dan tindakan dalam menjalankan organisasi senantiasa berada pada jalan dharma,” ujarnya.

Suniastha menjelaskan, Forum SEKAR Bali lahir pada tahun 2005 dari semangat persaudaraan dan kecintaan terhadap Bali. Organisasi ini menjadi wadah mempererat pasemetonan warga Karangasem di berbagai daerah sekaligus ruang bertemunya gagasan, pengalaman, dan pengabdian para anggotanya.

Baca Juga:  Sudirta Antarkan 10 Ton Beras dari Ketua DPR RI Puan Maharani

Menurutnya, memasuki periode kepengurusan 2025–2029, organisasi dihadapkan pada tantangan zaman yang semakin kompleks, mulai dari perubahan sosial, perkembangan teknologi, dinamika ekonomi hingga isu keberlanjutan. Karena itu, Forum SEKAR Bali berkomitmen terus beradaptasi tanpa meninggalkan identitas budaya yang menjadi fondasi organisasi.

“Forum SEKAR Bali tidak hanya menjaga warisan nilai-nilai luhur budaya Bali, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran, kolaborasi, inovasi, adaptasi, dan pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, kepengurusan baru berkomitmen membangun organisasi yang lebih inklusif, profesional, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Fokus pengabdian diarahkan pada penguatan sumber daya manusia, pengembangan ekonomi, pendidikan, budaya, serta pelestarian lingkungan yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana.

Pemilihan Karangasem sebagai lokasi pelaksanaan Mejaya-Jaya juga memiliki makna khusus. Daerah yang dikenal sebagai tanah leluhur masyarakat Karangasem itu dinilai sarat nilai sejarah, spiritualitas, dan kebudayaan yang menjadi sumber inspirasi organisasi.

Baca Juga:  Tak Ganggu Independensi Pers, PWI Dukung Program Rumah Bersubsidi untuk Wartawan

“Dari Karangasem kita belajar bahwa kemajuan hanya akan bermakna jika tetap berpijak pada akar tradisi dan kearifan lokal,” katanya.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tradisi megibung di Puri Gede Karangasem dan kunjungan budaya ke Puri Agung Karangasem. Tradisi megibung dinilai mengandung nilai kesederhanaan, kebersamaan, kesetaraan, dan solidaritas yang sejalan dengan semangat pasemetonan yang diusung organisasi.

Dalam kesempatan tersebut, Suniastha juga menjelaskan filosofi nama SEKAR yang menjadi pedoman organisasi, yakni Solidaritas, Empati, Komitmen, Adaptasi, dan Responsif. Kelima nilai tersebut menjadi landasan dalam membangun kebersamaan sekaligus memperkuat kontribusi organisasi bagi masyarakat.

“SEKAR bukan sekadar nama, tetapi nilai yang mempersatukan. Dengan solidaritas, empati, komitmen, kemampuan beradaptasi, dan sikap responsif, kami ingin terus memberi manfaat bagi warga Karangasem dan Bali,” ujarnya.

Baca Juga:  Dua PAW DPRD Kota Denpasar Resmi Dilantik

Sementara itu, pengukuhan Pengurus Forum SEKAR Bali periode 2025–2029 dilakukan oleh Dewan Pembina sekaligus Manggala Puri Karangasem, Anak Agung Bagus Partha Wijaya, di Puri Karangasem.

Ia berharap kepengurusan baru mampu merealisasikan berbagai program yang telah disusun serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung pembangunan Karangasem.

“Keberadaan Forum SEKAR Bali diharapkan mampu memperkuat solidaritas dan berkontribusi nyata dalam membangun Karangasem yang lebih maju melalui sinergi dengan pemerintah dan seluruh stakeholder,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Karangasem, di antaranya Asisten II Setda Karangasem yang mewakili Bupati Karangasem, jajaran Kesbangpol, Bappeda Karangasem, serta Bandesa Madya MDA Kabupaten Karangasem. BWN-05

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR