Mangupura, baliwakenews.com
Saat senja berganti malam, trotoar di sepanjang Jalan Raya Sading seharusnya menjadi ruang aman bagi warga untuk berjalan kaki. Namun kini, jalur yang awalnya dirancang ramah bagi pejalan kaki itu justru menyimpan ancaman tersembunyi. Belasan lubang menganga tanpa penutup, manhole yang hilang menjadi jebakan sunyi, terutama ketika penerangan minim dan langkah kaki tak lagi waspada.
Pantauan Selasa 13 Januari 2026 memperlihatkan sedikitnya belasan manhole di trotoar Jalan Raya Sading dalam kondisi terbuka. Lubang-lubang itu tersebar di beberapa titik, seolah menunggu korban berikutnya. Bagi pejalan kaki, pesepeda, hingga pengguna kursi roda, satu langkah salah bisa berujung petaka.
Kekhawatiran warga kian memuncak ketika diketahui salah satu manhole tanpa penutup berada tak jauh dari pintu masuk SD Negeri 2 Sading. Setiap pagi dan siang hari, kawasan itu ramai oleh langkah kecil para siswa. Di malam hari, trotoar yang sama berubah menjadi jalur gelap yang rawan, memicu kecemasan para orang tua dan warga sekitar.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, penutup manhole yang terbuat dari besi diduga raib dicuri oleh pihak tak bertanggung jawab. Hilangnya penutup bukan hanya persoalan fasilitas yang rusak, tetapi juga cerminan rapuhnya rasa aman di ruang publik.
Keluhan masyarakat pun bermunculan. Bagi warga, trotoar kini tak lagi sekadar tidak nyaman, melainkan sudah berada pada batas yang membahayakan keselamatan publik. “Kalau malam hari, kami harus ekstra hati-hati. Salah melangkah bisa langsung jatuh,” keluh seorang warga yang kerap melintasi jalur tersebut.
Menanggapi kondisi itu, Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Badung, I Putu Teddy Widnyana Putra, membenarkan adanya kehilangan sejumlah penutup manhole di lokasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa proyek trotoar Jalan Raya Sading masih berada dalam masa pemeliharaan.
“Jalan ini masih dalam masa pemeliharaan. Kami sudah menginformasikan kepada penyedia jasa untuk segera melakukan pemasangan kembali,” ujarnya saat dihubungi terpisah.
Proyek trotoar tersebut dikerjakan oleh rekanan Tunas Jaya Sanur. Pihak Dinas PUPR, lanjut Teddy, telah melakukan tindak lanjut agar perbaikan segera dilakukan guna meminimalkan risiko kecelakaan. BWN-05
































