Denpasar, baliwakenews.com – Pencarian terhadap korban hilang terseret banjir bandang pada Rabu (10/9) pagi terus dilakukan oleh tim SAR gabungan Basarnas Denpasar, BPBD, Polda Bali dan lainnya. Pencarian hari kedua, pada Kamis (11/9), tim SAR gabungan berhasil menemukan empat orang korban dalam kondisi meninggal dunia.
Empat orang korban meninggal dunia yang ditemukan kemarin semuanya perempuan. Mereka adalah Ni Ketut Merta, Nyoman Sari, Ni Wayan Werni (58) dan Tasnim (43). Mereka ditemukan petugas pencarian di Dan Estuari.
Empat orang ini menambah daftar panjang korban meninggal dunia dalam musibah banjir kemarin. Sebelumnya, pada pencarian hari pertama petugas SAR menemukan empat orang meninggal dunia. Mereka adalah Nadira (48), Rio (20), Ni Wayan Lenyod (56) dan Ni Ketut Sari (70). Jenazah para korban ini semua dievakuasi ke RSUP Prof IGNG Ngoerah Denpasar untuk dilakukan identifikasi sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga.
“Hingga saat ini (kemarin siang) ada lima orang lainnya masih dinyatakan hilang. Mereka adalah Farwa Husein (32), Suwandi, 64, Maimunah, Made Suwitri (43), Ni Nyoman Deloh (60). Tim SAR masih melakukan pencarian,” ungkap Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi.
Sementara Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongam Denpasar, I Nyoman Sidakarya mengatakan hari kedua operasi SAR kemarin, pencarian difokuskan di muara Tukad Badung di Dam Estuari. Sementara di sekitar Pasar Badung dan Kumbasari sudah dicover oleh unsur SAR lainnya.
Pada pukul 07.59 tim SAR gabungan yang ada di lokasi menerima informasi dari nelayan ada dua jenazah di rawa-rawa di kawasan muara tersebut. Tim langsung menuju ke sana melakukan evakuasi. Setelah dilakukan pencarian lanjutan ditemukan dua jenazah lainnya.
“Keempat korban yang ditemukan adalah perempuan, selanjutnya dibawa ke RS Prof Ngoerah menggunakan untuk proses identifikasi. Kami belum bisa mengatakan jenazah itu adalah target yang kami cari. Kami menyebutnya penemuan jenazah,” jelas Nyoman Sidakarya. BWN-01
































