Mangupura, baliwakenews.com – Dugaan pencurian oleh tiga orang warga negara asing (WNA) di salah satu toko buah viral di media sosial. Peristiwa ini terjadi di Toko Buah Fortuna 168, Banjar Delod Bale Agung, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Badung, Selasa (8/7).
Video rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan dugaan pencurian tersebut beredar luas melalui akun Instagram. Dalam video itu terlihat tiga orang WNA, dua dewasa dan satu anak diduga melakukan pencurian beberapa kotak buah.
Menurut laporan polisi, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh karyawan toko, Muhammad Alan Satriananda (17), warga Situbondo yang tinggal di kos di Desa Gulingan, Mengwi. Alan mengatakan bahwa salah satu pria WNA mengalihkan perhatiannya dengan berbicara dalam bahasa Inggris, sementara seorang perempuan dan anak-anak keluar-masuk toko. Dia mengaku tidak curiga saat itu karena kesulitan memahami bahasa yang digunakan.
Tak lama kemudian, pelapor, Neta Marsha Afandi (18), warga Jombang yang juga bekerja di toko tersebut, datang dan membantu di kasir. Setelah terjadi perdebatan mengenai pembayaran, ketiga WNA itu meninggalkan toko ke arah selatan. Beberapa saat kemudian, seorang pembeli lain memberi tahu bahwa mereka sempat melihat WNA itu mengambil buah tanpa membayar.
Saksi kemudian memeriksa CCTV dan mendapati bahwa lima kotak buah kurma dan satu kotak buah leci telah hilang. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp200 ribu.
Menanggapi laporan ini, pihak kepolisian melalui Bhabinkamtibmas bersama Unit Opsnal langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan dari pelapor dan saksi, serta memeriksa rekaman CCTV di area sekitar.
“Modusnya diduga para pelaku bekerja sama. Saat satu orang mengalihkan perhatian penjaga toko, yang lainnya mengambil buah dan memasukkannya ke dalam kantong plastik sebelum keluar,” ujar PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aipda Ni Nyoman Ayu Inastuti, Rabu (9/7).
Pihak kepolisian telah mengarahkan pemilik toko untuk membuat laporan resmi, dan saat ini proses penelusuran identitas para pelaku tengah berlangsung. BWN-01

































