Mangupura, baliwakenews.com
Di tengah ramainya aktivitas wisatawan dan masyarakat yang melintas di kawasan Kuta, sebuah tiang lampu penerangan pedestrian di depan Setra Desa Adat Kuta justru memunculkan kekhawatiran. Kondisinya yang keropos dan mulai miring dinilai berpotensi mengancam keselamatan pejalan kaki jika tidak segera ditangani.
Tiang lampu tersebut terlihat mengalami korosi cukup parah pada bagian bawah. Struktur penyangga bahkan sudah berlubang akibat karat, sementara posisi tiang tidak lagi tegak seperti semula. Kondisi itu membuat warga khawatir tiang bisa roboh sewaktu-waktu, terlebih lokasinya berada tepat di jalur pedestrian yang setiap hari ramai dilalui masyarakat dan wisatawan.
Salah seorang warga, Wayan Juliantara, mengatakan kondisi tiang lampu itu sudah lama menjadi perhatian warga sekitar. Bahkan, tidak sedikit wisatawan yang mempertanyakan mengapa fasilitas umum dengan kondisi seperti itu masih dibiarkan berdiri.
“Kalau dilihat dari jauh memang terlihat sedikit miring. Tapi kalau diperhatikan lebih dekat, bagian bawahnya sudah keropos dan berlubang akibat korosi. Kami khawatir kalau roboh bisa menimpa orang yang sedang berjalan,” ujarnya.
Menurutnya, kawasan depan Setra Desa Adat Kuta merupakan jalur yang cukup padat aktivitas. Selain menjadi akses wisatawan, lokasi tersebut juga sering dilalui masyarakat yang mengikuti berbagai kegiatan adat dan keagamaan.
Karena itu, ia berharap instansi terkait segera melakukan pengecekan dan mengganti tiang yang rusak sebelum menimbulkan insiden yang tidak diinginkan. “Jangan sampai menunggu ada korban baru diperbaiki. Ini menyangkut keselamatan masyarakat dan wisatawan,” tegasnya.
Kekhawatiran serupa disampaikan seorang wisatawan asal Jakarta yang mengaku sempat memperhatikan kondisi tiang tersebut saat berjalan di kawasan itu. Awalnya ia hanya melihat posisi tiang yang tampak condong, namun setelah mendekat ternyata bagian bawahnya sudah mengalami kerusakan cukup serius.
“Dari jauh kelihatannya hanya miring biasa. Setelah saya lihat lebih dekat, ternyata bagian bawahnya sudah keropos. Kalau penyangga utamanya terus termakan karat, tentu ada risiko roboh,” katanya.
Ia menilai kondisi tersebut kemungkinan dipicu oleh tingginya kadar garam di lingkungan pesisir yang mempercepat proses korosi pada material logam. Meski demikian, menurutnya kondisi itu tetap harus segera mendapat perhatian karena menyangkut keselamatan publik.
“Kalau belum bisa langsung diperbaiki, setidaknya diberi pembatas atau tanda peringatan agar orang tidak berada terlalu dekat. Jalur ini cukup ramai setiap hari,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, bagian dasar tiang memang tampak mengalami korosi berat. Beberapa bagian logam terlihat mengelupas dan berlubang, sementara posisi tiang sedikit condong ke arah jalur pejalan kaki.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan terkait pemeliharaan fasilitas publik di kawasan wisata utama Bali. Pasalnya, selain menjadi akses masyarakat lokal, kawasan depan Setra Desa Adat Kuta juga merupakan salah satu wajah pariwisata yang kerap dilalui wisatawan domestik maupun mancanegara.
Warga berharap pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas penerangan jalan di kawasan pesisir dapat dilakukan secara berkala agar potensi bahaya akibat kerusakan infrastruktur dapat dicegah sejak dini. BWN-04






























