Denpasar, baliwakenews.com
Polisi memastikan, mantan BPN Denpasar-Badung, Tri Nugraha menembak dada kirinya dengan pistol revolver buatan Turki. Bahkan, pelurunya hingga tembus di dada hingga mengenai dingding.
Saat dilakukan pra rekontruksi, dihadirkan tujuh saksi yang ada di lokasi kejadian. Seperti, penyidik kejaksaan, anggota polisi dan kuasa hukumnya. “Hasil otopsi dari jasad Tri, telah keluar. Dan penyebab kematiannya pun sudah diketahui,” beber Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Dodi Rahmawan, Jumat (4/9).
Dilanjutkannya, dari hasil otopsi ditemukan luka terbuka di otot kiri jantung dan bagian bawah paru-paru kiri. Serta pendarahan pada rongga dada kiri dan di dalam kantung jantung. “Luka tembak masuk pada dada kiri menembus kulit jaringan lemak sisi depan menumbus sampe mengenai tembok dingding belakang,” imbuhnya.
Sementara itu, Kabid Labfor Polda Bali Kombes Nyoman Sukena menambahkan, jika hasil pemeriksaan labfor terhadap senpi revolver milik tersangka, diketahui berjenis SR 38357 buatan Turki. Dengan empat butir peluru kaliber 38 mm dan satu keping pecahan anak peluru.
Dan dipastikan, sambung Kombes Sukena, bila memang senpi itu dipakai tersangka bunuh diri. Sebab ujung laras senpi positif mengandung timbal, swab pada pangkal laras senpi megandung timbal. “Benar senjata itu yang meledak. Swab pada lubang tembak di baju korban hasilnya positif mengandung timbal. Kemudian anak peluru bukti menembus korban juga positif mengandung timbal yang sama,” katanya.
Menurut Kombes Sukena, tembok dingding yang kena tembak ternyata material yang terdapat dalam lubang sama dengan peluru senpi itu. “Ditembak dari jarak dekat,” imbunya.
Ditanya terkait sidik jari di pistol, Kombes Sukena mengatakan, jika pihaknya tidak memeriksa sidik jari, karena itu wewenang inafis. “Tapi senpi itu telah terkontaminasi. Sebab banyak yang memegang. Mungkin saja diambil saat tersangka terkapar,” bebernya. BWN-01

































