Sanur, baliwakenews.com
Universitas Hindu Indonesia (UNHI) dengan bangga mengumumkan penerimaan penghargaan “Entrepreneurial Marketing Campus Award” dari Markplus Institute, Sabtu 17 Agustus 2024. Founder and Chair MCorp, Hermawan Kartajaya, menyerahkan penghargaan kepada Rektor Unhi, Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, MS., di Prama Sanur Beach Hotel, Kamis 15 Agustus 2024, sebagai pengakuan terhadap upaya UNHI dalam membangun ekosistem entrepreneurial yang berbasis pada konsep wellness dan kearifan lokal.
Rektor Unhi, Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, MS., mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Dikatakan sejak awal terbentuknya Inkubator Bisnis, UNHI telah menerapkan Ekosistem Entrepreneurial Berbasis Wellness.
“Ekosistem entrepreneurial di UNHI telah dirancang untuk mengintegrasikan hilirisasi riset dengan kebermanfaatan untuk masyarakat. Pendekatan ini melibatkan berbagai lembaga di kampus, termasuk Fakultas, Program Studi, LPPM, dan KBRC sebagai sentra riset, serta UKM kewirausahaan dan Inkubator Bisnis yang berperan dalam menghilirkan hasil riset,” tuturnya.
Entrepreneurship yang memiliki makna jiwa atau spirit yang mencakup karakteristik seperti inovasi, kreativitas, dan pengambilan risiko. Sementara Wellness, merupakan pendekatan proaktif yang memadukan konsep keseimbangan tubuh, pikiran, dan jiwa untuk kesehatan dan kesejahteraan.
Founder and Chair MCorp, Hermawan Kartajaya, mengatakan dengan teknologi yang sekarang berkembang bisa menyesatkan orang dan sebagainya. Namun dengan berbekal spritul dan kearifan lokal dapat membuat keteguhan sehingga manusia tidak melakukan hal yang jelek.
“Kami akan terus mendukung UNHI sehingga dapat terus mencetak enterpreneur yang mengedepankan kearifan lokal. Apalagi saat ini di hotel dna restoran di Bali khususnya sudah banyak yang menggenakan pendekatan tersebut,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah Ketua Inkubator Bisnis UNHI, Dr. Ida I Dewa A. Yayati Wilyadewi S.E.,MM.,Ak., menyampaikan arah pengembangan entreprenur pada perguruan tinggi memerlukan ekosistem entrepreneur yang kondusif. “UNHI lima tahun belakangan melakukan hal tersebut dan sangat terkesan atas apresiasi dari MarkPlus institute atas Award Campus Entrepreneurial yang diberikan. Ini tentunya akan lebih memacu lagi kinerja lembaga terutama Inkubator bisnis dalam perannya dalam gerbong hilirisasi dan komersialisasi riset perguruan tinggi serta pendampingan entrepreneur internal dan ekseternal UNHI,” ujar Wilyadewi.

Lebih lanjut dipaparkan, Aktivitas dan Metode yang dilakukan di UNHI yaitu Model Penta Helix. UNHI mengadopsi model Penta Helix yang melibatkan lima elemen utama yaitu UNHI (Akademisi), Industri, Pemerintah, Masyarakat, Media. “Model ini berfungsi sebagai dasar dalam menciptakan sinergi antara berbagai sektor untuk mendukung dan mengembangkan ekosistem entrepreneurial,” tukasnya.
Metode yang diterapkan Internal dengan UNHI INNOVATION yang merupakan ajang entrepreneurship yang berfokus pada validasi invensi, pemberian penghargaan, dan reward bagi produk inovatif yang dihasilkan dari internal UNHI. Program ini bertujuan untuk mendorong kreativitas dan inovasi di kalangan mahasiswa dan peneliti.
Secara eksternal dilakukan program Pendampingan berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Provinsi dan Kementerian (10 Kementerian dan Bappenas) untuk memberikan riset, kajian, dan pendampingan kepada tenan (startup, UMKM, koperasi, difabel, dan non-difabel). Pendekatan ini berfokus pada wellness dan mendukung pertumbuhan dari tahap awal hingga mandiri.
Sementara sumber daya untuk pengembangan ekosistem meliputi Sumber Daya Akademik yaitu Dosen yang berpengalaman dan memiliki keahlian dalam kewirausahaan dan kepemimpinan. Kemudian Kurikulum yang merupakan program pendidikan yang dirancang untuk mendukung pengembangan jiwa entrepreneurial dan kepemimpinan.
Selain itu juga didukung fasilitas laboratorium dan smart class room untuk mendukung penelitian dan pengembangan kegiatan yang membutuhkan fasiltas ruanngan digital, coworking space dan ruang inkubator bisnis yang menyediakan lingkungan yang mendukung kolaborasi dan inovasi. “Pendanaan kita, ada sumber internal yaitu dukungan finansial dari kampus. Sedangkan Eksternal sumber daya pendanaan dari mitra industri, pemerintah, dan investor,” ucapnya.
Dengan semua yang dilakukan tersebut UNHI berhasil meraih penghargaan, yang mana penghargaan ini menegaskan komitmen UNHI untuk membangun dan mengembangkan ekosistem entrepreneurial yang tidak hanya berfokus pada inovasi tetapi juga pada kesejahteraan dan kearifan lokal. “Dengan pendekatan wellness yang holistik, UNHI terus berusaha untuk memberikan dampak positif yang luas dan berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkas Wilyadewi. Turut dihadiri saat menerima penghargaan Wakil Rektor 4 UNHI, Dr. I Komang Gede Santhyasa, ST., MT. BWN-03

































