Tanjung Benoa, baliwakenews.com
Desa Adat Tanjung Benoa kink memiliki tempang pengolahan sampah TPS3R. Hal ini setelah pembangunan dibangunnya TPS3R reguler dengan program ‘Sistem Pengelolaan Persampahan Berbasis Masyarakat’ di atas lahan desa adat setempat. Pengolahan sampah ini merupakan hibah dari Kementerian PUPR Dirjen Cipta Karya tersebut, diserahterimakan Rabu (25/8).
TPS3R yang bersumber dari dana APBN Rp600 juta dan Swadaya Rp1,5 juta itu telah rampung dikerjakan dan akan dioperasikan oleh Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP) Panca Lestari, yang merupakan PKK bersama pemuda setempat. Perwakilan Balai Prasanana Pemukiman (BPP) Wilayah Bali, Heni Susanti dalam paparannya mengungkapkan, TPS3R tersebut merupakan salah satu program penanganan sampah rumah tangga. Dimana menekankan pengolahan/pemilahan sampah yang dilakukan dari sumbernya.
Dijelaskannya, kegiatan di pengolahan sampah ini melibatkan peran aktif pemerintah dan masyarakat. “Pelaksanaan TPS3R ini dilakukan untuk melayani kelompok masyarakat, minimal 200 KK dengan harapan nantinya mengurangi kebutuhan lahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA),” ujarnya sembari menambahkan pembangunan TPS3R di tahun 2021 itu ada di 9 lokasi yang tersebar di Kabupaten Badung, Tabanan, Buleleng, Klungkung dan Jembrana. Ini berasal dari APBN yang disalurkan melalui BPP Wilayah Bali, Dana Desa dan Swadaya Masyarakat.
Sementara itu, Bendesa Adat Tanjung Benoa, Made Wijaya di sela-sela pemelaspasan dan penyerahan TPS3R tersebut mengaku senang karena pengolahan sampah yang merupakan bantuan hibah dari pemerintah pusat yang difasilitasi BPP Wilayah Bali kepada DLHK Badung telah terwujud. Dimana DLHK Badung menunjuk Tanjung Benoa sebagai lokasi pembangunan TPS3R ini. “Bantuan ini merupakan hal yang kami tunggu-tunggu, karena mengurai permasalahan sampah juga menjadi program kerja saya selaku bendesa adat,” ujarnya.
Bendesa yang juga anggota DPRD Badung tersebut menambahkan bntuan ini tegas dia sejalan dengan program kerjanya di desa adat dalam menuntaskan permasalahan sampah di Tanjung Benoa. Utamanya di kawasan pantai Tanjung Benoa yang menjadi tempat wisata bahari. Karenanya lahan desa adat disinergikan dengan pemerintah daerah, untuk membangun sebuah TPS3R. “Jadi sudah terwujud, apa yang dicita-citakan program prajuru desa. Kami ingin Tanjung Benoa sebagai wilayah destinasi wisata ini bisa terbebas dari sampah. Bagaimana caranya, ya dikelola dengan baik dengan konsep reuse, reduce, recycle sesuai program pemerintah,” pungkasnya. BWN-04

































