Badung, baliwakenews.com — Kamis 4 April 2025 malam, Jembatan Tukad Bangkung diselimuti kabut tipis dan sepi seperti biasa. Namun, suasana berubah mencekam saat kabar tersebar, seorang perempuan muda melompat ke dasar jurang jembatan.
Korban berinisial Ni Kadek M yang baru berusia 21 tahun. M adalah warga Banjar Dinas Kaja Kangin, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng. Ia ditemukan tak bernyawa, tubuhnya hancur dengan luka berat di beberapa bagian, setelah diduga melompat dari jembatan tertinggi di Bali itu.
Kendaraan miliknya, sebuah Honda PCX hitam, ditemukan terparkir rapi di sisi selatan jembatan. Di atas sadel yang masih terkunci, hanya ada helm dan kacamata hitam. Seolah ia meninggalkan simbol terakhir, tanda bahwa ia pernah ada di sana.
Sebelum kejadian, dua remaja perempuan, Ni Kadek Aini dan Ni Luh Putu Nadia, sempat melihat M duduk di pinggir jembatan. Ia menangis, namun tak satu pun dari mereka sempat mendekat. Barangkali karena takut, barangkali karena tak menyangka, siapa yang akan mengira, bahwa tangis itu adalah isyarat perpisahan?
“Dia hanya duduk, memandangi jurang,” ucap salah satu saksi dengan suara pelan. “Kami lewat begitu saja,”
Saksi lain, I Kadek Bagus Mertayadnya, mendapat kabar dari rekan pecalang bahwa tetangganya, M, telah ditemukan meninggal dunia. Ia langsung menuju jembatan dan memastikan identitas korban dari foto yang ditunjukkan ke para saksi.
Proses evakuasi tidak mudah. Tim SAR, bersama Polsek Petang, TNI dan warga setempat, berjibaku di gelap malam untuk menuruni jurang dan mengangkat tubuh Meilia. Kapolsek Petang AKP I Nyoman Arnaya memimpin langsung operasi penyelamatan yang akhirnya berhasil mengangkat jenazah pada pukul 00.15.
Hasil pemeriksaan medis menyebutkan, M mengalami patah tulang di lengan dan kaki kiri, memar parah di dada, serta pendarahan dari hidung dan mata. Semua tanda-tanda menunjukkan bahwa ia mengalami benturan hebat akibat jatuh dari ketinggian puluhan meter.
Apa yang membuat M memilih jalan sunyi itu? Hingga kini, pihak kepolisian masih menggali keterangan dari keluarga. Dugaan sementara mengarah pada tekanan pribadi, masalah rumah tangga, pekerjaan, atau hubungan asmara. CCTV di sekitar jembatan tak ada, membuat jejak langkah terakhir M tak terpantau.
Jembatan Tukad Bangkung, yang dikenal sebagai salah satu ikon arsitektur Bali, ternyata juga menyimpan sisi gelap. Dalam beberapa tahun terakhir, tempat ini kerap dijadikan lokasi bunuh diri karena letaknya yang sunyi dan tinggi.
Polisi merekomendasikan agar pemerintah daerah segera memasang CCTV dan menempatkan petugas patroli tetap di area jembatan, sebagai langkah pencegahan dan penyelamatan. BWN-01

































