Denpasar, baliwakenews.com
Pengurus PHDI Provinsi dan Kabupaten/Kota seluruh Bali mengapresiasi sikap tegas Maha Gotra Sanak Sapta Rsi Pusat (MGPSSR) yang secara gamblang menegaskan mengakui hasil Mahasabha XII. Ketua PHDI Bali, Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana, mengapresiasi dan menyampaikan terimakasih atas dukungan tersebut.
Ketegasan MGPSSR tersebut ditandatangani Ketua Prof. Dr Wayan Wita dan Sekretaris Umum I Wayan Winatha, dalam Pernyataan No : 10/MGPSSR Pst/III/2022 tanggal 17 Maret 2022. Pernyataan MGPSSR tanggal 17 Maret 2022 tersebut mempertegas kembali sikap MGPSSR sebelumnya, dalam No: 066/MGPSSR Pst/IX/2021. Dalam pernyataan tanggal 17 Maret 2022, MGPSSR secara gamblang menegaskan mengakui hasil Mahasabha XII yang menghasilkan kepengurusan, Dharma Adhyaksa Ida Pedanda Gede Bang Buruwan Manuaba, Ketua Sabha Walaka Dr. Jero Mangku Agung Ketut Puspa Adnyana, dan Ketua Umum Pengurus Harian Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya.
Sebelumnya seorang yang mengaku memimpin pemurnian PHDI menyatakan bahwa ia meyakini 99% lebih krama Hindu di Bali mendukung PHDI MLB Provinsi/Kabupaten/Kota yang dikukuhkan 15 Maret 2022. “Kami ucapkan terimakasih kepada MGPSSR Pusat, yang dengan pernyataan sikap dalam bahasa yang lugas, adem dan bernuansa etika sangat baik ini sangat menenteramkan hati krama Bali. Kami berkomunikasi dan berinteraksi dengan sangat intens dengan MGPSSR, antara lain dalam Diksa Pariksa sampai menghadiri proses Diksa madwijati Semeton Pasek munggah Pandita Mpu di seluruh Bali. Tidak satupun ada keraguan kalau PHDI yang dipimpin Pak WBT tidak melestarikan Dresta Hindu di Bali maupun Nusantara,’’ kata Ketua PHDI Bali, Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana.
Pihaknya juga menyampaikan terimakasih kepada berbagai organisasi bernafaskan agama Hindu, seperti PSN (Pinandita Sanggraha Nusantara), yang beberapa Pinandita melakukan kontak pribadi dan bertanya tentang situasi yang belakangan berkembang. “Mereka mulai paham narasi-narasi yang menyebutkan PHDI sarang sampradaya, merusak dresta Nusantara, terlibat teroris Hindu internasional dan tidak sesuai Pancasila, sebagai narasi yang dipertanyakan motifnya,’’ imbuh Putu Wirata Dwikora, Sekretaris PHDI Bali.
PHDI Bali dan Kabupaten/Kota se-Bali, juga menyampaikan terimakasih kepada umat Hindu yang tetap mempercayai dan berkoordinasi dengan PHDI pimpinan WBT, walaupun ada narasi-narasi yang menyerang kehormatan PHDI maupun Sulinggih-sulinggihnya. “Kami tetap menghadiri dan menjadi saksi dalam acara Diksa Dwijati atas undangan panitia, melakukan Diksa Pariksa, dan membantu apa yang menjadi kewajiban PHDI,” kata Putu Suarta, SH, Ketua PHDI Klungkung, yang didukung Nyoman Kenak, SH, Ketua PHDI Kota Denpasar.
Kegiatan seluruh jajaran pengurus PHDI bersama umat Hindu di berbagai Dewa Yadnya di Parahyangan, yang diunggah di media sosial masing-masing menunjukkan bahwa PHDI WBT seluruh Bali konsisten “ngayah” kepada umat Hindu, sesuai amanat AD/ART.*BWN-03
































