Suhu Rata-Rata Global 5 Tahun ke Depan Peluang Tembus 1,5 Derajat Celcius

Iklan Home Page

Jakarta, baliwakenews.com

Pusat Prediksi Iklim Tahunan hingga Dekadal Organisasi Meteorologi Dunia, WMO (WMO Lead Centre for Annual-to-Decadal Climate Prediction) merilis laporan prediksi baru dalam “WMO Global Annual to Decadal Climate Update for 2020–2024” yang keluar pada tanggal 8 Juli lalu. Pusat Prediksi Iklim WMO itu mengumpulkan dan menyediakan data analisis, prakiraan, dan verifikasi dari sejumlah kontributor pusat-pusat prediksi iklim di seluruh dunia, dintaranya 9 Pusat di Daratan Eropa, 3 di Asia, 4 di Benua Amerika, dan 1 di Australia.

Global Annual to Decadal Climate Update WMO yang diperbarui setiap tahunnya dengan koordinator Kantor Meteorologi Inggris, merupakan sintesa analisis para ilmuwan iklim yang diakui secara internasional dan memadukan hasil prediksi model komputer terbaik dari pusat-pusat iklim terkemuka di seluruh dunia. Laporan tersebut memberikan pandangan dan informasi iklim untuk lima tahun ke depan yang dapat ditindaklanjuti bagi para pembuat keputusan.

Baca Juga:  Wabup Suiasa Buka Konferensi PGRI Kabupaten Badung.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa kenaikan suhu global rata-rata tahunan dalam lima tahun mendatang akan cenderung setidaknya 1°C di atas tingkat pra-industri di masing-masing tahun pada 2020 hingga 2024, dan ada kemungkinan 20% kenaikan itu akan melebihi 1,5°C dalam satu tahun di antaranya. Sebagaimana kita ketahui bahwa pada 2019 lalu, suhu rata-rata bumi sudah lebih dari 1,0°C di atas periode pra-industri. Periode lima tahun terakhir (2014-2019) adalah lima tahun terhangat dalam sejarah catatan data meteorologi.

Baca Juga:  Covid - 19 Transmisi Melalui Udara Belum Terbukti

Sekjen WMO, Petteri Taalas, menegaskan bahwa hal itu akan menjadi tantangan besar ke depan dalam memenuhi target Perjanjian Perubahan Iklim Paris untuk menjaga kenaikan suhu global abad ini jauh di bawah 2 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri dan untuk mengejar ambisi upaya membatasi kenaikan suhu global tidak lebih dari 1,5°C pada tahun 2030.

WMO juga menekankan bahwa perlambatan industri dan ekonomi dampak COVID-19 bukanlah pengganti dari rencana aksi iklim yang berkelanjutan dan terkoordinasi secara global. Meskipun dampak COVID-19 berkontribusi pada penurunan emisi pada tingkat tertentu pada tahun ini, namun hal itu diperkirakan tidak akan signifikan pengaruhnya pada pengurangan konsentrasi atmosfer CO2 yang mendorong peningkatan suhu global, karena daur hidup CO2 yang sangat lama di atmosfer.

Baca Juga:  Rekor MURI Pecah!, 1.431 Pelajar Meriahkan Opening Ceremony Hari Kelima Aquabike Jetski World Championship 2024

Sementara COVID-19 telah menyebabkan krisis kesehatan dan membuat ekonomi global terpuruk pada tahun ini, kegagalan untuk mengatasi perubahan iklim dapat mengancam kesejahteraan manusia, ekosistem dan ekonomi selama berabad-abad. Setiap Pemerintah di dunia harus menggunakan kesempatan untuk melakukan aksi iklim sebagai bagian dari program pemulihan dan memastikan bahwa kehidupan bumi tumbuh kembali dengan lebih baik. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR