Karangasem, baliwakenews.com
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Buleleng menunjukkan aksi nyata dalam mewujudkan visi inovatif Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang penelitian. Melalui hibah Kemenristek Dikti tahun 2025 pada skema penelitian dosen pemula, tim dosen STIKES Buleleng melakukan penelitian terkait perawatan pasien tuberkulosis (TBC) dengan pendekatan paliatif.
Tim peneliti terdiri dari tiga dosen, yakni Ns. Ni Luh Seri Astuti, S.Kep., M.Kep, Ns. Aditha Angga Pratama, S.Kep., M.Kes, dan Dr. Ns. I Dewa Ayu Rismayanti, S.Kep., M.Kep. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan di Puskesmas Kubu I, Buleleng.
Menurut tim peneliti, pemilihan pendekatan paliatif didasari fakta bahwa pasien TBC tidak hanya menghadapi proses pengobatan medis selama enam bulan tanpa henti, tetapi juga berhadapan dengan berbagai efek samping. Perawatan paliatif dinilai mampu mengintegrasikan terapi medis dengan terapi suportif, penguatan kebutuhan spiritual, edukasi, komunikasi, serta kolaborasi dalam mendukung pasien selama menjalani pengobatan.
“Intervensi yang kami lakukan terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap kualitas hidup pasien TBC, bahkan menunjukkan dampak yang sangat kuat,” ungkap Seri Astuti.
Kepala Puskesmas Kubu I, dr. Ida Made Ananta Warma Dewa, menyambut positif inovasi penelitian ini. “Inovasi dari dosen STIKES Buleleng memberikan manfaat penting dan berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya pasien TBC. Pendekatan seperti ini bisa menjadi model dalam upaya mendukung target Indonesia bebas TBC tahun 2030 sebagaimana tercantum dalam Asta Cita 4 Bidang Kesehatan,” ujarnya.
Melalui penelitian ini, STIKES Buleleng tidak hanya memperkuat peran akademisi dalam bidang penelitian, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pencapaian program kesehatan nasional.BWN-09





























