Mangupura, baliwakenews.com
Kondisi banyaknya lampu penerangan jalan (LPJ) yang padam di kawasan Pecatu, Kuta Selatan, kini menjadi perhatian serius Desa Adat Pecatu. Minimnya penerangan di sejumlah ruas jalan dinilai bukan sekadar persoalan fasilitas umum, namun juga berkaitan langsung dengan keamanan kawasan wisata yang ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Sorotan terhadap LPJ padam mencuat setelah maraknya keluhan masyarakat dan wisatawan terkait kondisi jalan yang gelap pada malam hari. Situasi tersebut bahkan dikaitkan dengan meningkatnya kerawanan tindak kriminalitas, termasuk dugaan aksi penjambretan yang sempat menimpa wisatawan asing beberapa waktu lalu.
Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta, Jumat (22/5/2026), mengakui banyak titik penerangan jalan di wilayah strategis Pecatu mengalami kerusakan dan belum mendapat penanganan optimal. Menurutnya, persoalan ini sudah cukup lama menjadi keluhan masyarakat.
“Memang banyak LPJ yang mati, terutama di beberapa titik strategis dan itu sudah cukup lama. Keluhan juga sering datang dari wisatawan,” ujarnya.
Sebagai kawasan wisata yang aktivitasnya berlangsung hingga malam hari, Pecatu dinilai membutuhkan dukungan fasilitas keamanan yang memadai. Desa Adat Pecatu sendiri selama ini telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Selain patroli gabungan bersama pecalang dan aparat keamanan terkait, desa adat juga telah memasang sekitar 50 titik kamera pengawas (CCTV) di sejumlah lokasi rawan. Keberadaan CCTV tersebut disebut cukup efektif membantu pemantauan keamanan kawasan.
Bahkan, salah satu kasus pencurian di pura wilayah Pecatu berhasil terungkap melalui rekaman kamera pengawas tersebut. “CCTV cukup membantu. Pernah ada kasus pencurian di pura dan berhasil dipantau. Pelakunya masih di bawah umur sehingga diselesaikan lewat pembinaan,” jelas Sumerta.
Meski demikian, menurutnya pengawasan melalui CCTV belum cukup tanpa dukungan penerangan jalan yang baik. Karena itu, pihaknya berharap rencana Pemerintah Kabupaten Badung untuk melakukan perbaikan LPJ di kawasan Pecatu dapat segera direalisasikan tahun ini.
Ia menyebut masyarakat sudah lama menantikan realisasi program tersebut, terlebih kondisi penerangan jalan yang kurang memadai dinilai dapat memengaruhi rasa aman wisatawan saat beraktivitas malam hari. “Ini sudah lama ditunggu masyarakat. Kami berharap pertengahan tahun ini atau saat perubahan anggaran bisa segera direalisasikan,” katanya.
Sambil menunggu realisasi perbaikan LPJ, Desa Adat Pecatu juga berencana meningkatkan intensitas patroli secara acak pada malam hingga dini hari di sejumlah titik yang dianggap rawan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan sekaligus memberikan rasa nyaman bagi wisatawan dan masyarakat setempat. BWN-04


































