Mangupura, baliwakenews.com
Musyawarah Kabupaten (MUSKAB) Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Kabupaten Badung Tahun 2026 menetapkan Ir. I Gusti Ngurah Anom Adiputra, MM sebagai Ketua Umum Pengkab IKASI Badung masa bakti 2026-2030. Penetapan dilakukan secara aklamasi dalam Sidang Pleno yang digelar di Ruang Rapat KONI Badung, Sabtu (23/5).
MUSKAB dihadiri utusan dua klub anggota IKASI Badung bersama jajaran pengurus periode 2022-2026. Hadir pula Wakil Ketua II KONI Kabupaten Badung Made Widiana, S.Sos., M.Si., Binpres KONI Badung Ida Ayu Adanya Dewi, SE, Bidang Organisasi KONI Badung I Wayan Koper, S.Pd., Bidang Humas KONI Badung Dewa Putu Agus Sanjaya Putra, S.Sos., M.I.Kom., Ketua Umum IKASI Provinsi Bali, serta pengurus cabang IKASI kabupaten/kota se-Bali.
Sebelum penetapan ketua umum, forum terlebih dahulu menerima laporan pertanggungjawaban program kerja dan penggunaan anggaran Pengkab IKASI Badung periode 2022-2026. Setelah laporan diterima, peserta MUSKAB secara bulat menetapkan Anom Adiputra sebagai nahkoda baru IKASI Badung untuk empat tahun ke depan.
Selain memilih ketua umum, forum juga membentuk tim formatur penyusunan kepengurusan baru. Tim tersebut dipimpin langsung oleh Anom Adiputra didampingi I Made Wiraguna, SE dan I Gusti Ayu Ngurah Intan Wulan Dari, S.Or.
Pelaksanaan MUSKAB dipimpin Ketua Panitia I Gusti Ayu Ngurah Intan Wulan Dari, S.Or. Sementara Ketua Harian IKASI Badung I Made Wiraguna yang akrab disapa Pak Denok turut mendukung seluruh rangkaian kegiatan.
Dalam penyampaiannya, Anom Adiputra menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi IKASI Badung selama periode sebelumnya. Di antaranya keterbatasan sarana dan prasarana penunjang latihan, sistem pembinaan atlet yang dinilai belum tertata secara berjenjang dari level junior hingga senior, minimnya event nasional di Bali yang berdampak pada kurangnya jam terbang atlet, hingga persoalan sponsor yang masih terbatas sehingga menyulitkan klub mengikuti kejuaraan nasional.
Menurutnya, pembangunan olahraga, khususnya cabang anggar, masih membutuhkan perhatian serius dan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak. Ia menegaskan, prestasi tidak dapat diraih secara instan tanpa pembinaan yang terukur dan sinergi semua elemen olahraga.
“Semoga program-program Pengkab IKASI Badung periode 2026-2030 mampu berjalan lebih baik dan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan olahraga anggar di Kabupaten Badung maupun Provinsi Bali,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II KONI Kabupaten Badung Made Widiana saat membuka MUSKAB memberikan apresiasi kepada jajaran pengurus IKASI Badung yang dinilai konsisten membangun dan mengembangkan olahraga anggar di daerah.
Menurutnya, meskipun tergolong cabang olahraga yang masih berkembang di Bali, anggar memiliki potensi besar menjadi cabang unggulan Badung di masa depan. Ia menilai keikutsertaan anggar sebagai cabang ekshibisi pada Porprov Bali 2025 menjadi langkah awal penting dalam memperkenalkan olahraga tersebut secara lebih luas.
“Ini merupakan proses pengenalan sekaligus pembuktian bahwa anggar layak berkembang dan dipertandingkan secara resmi,” katanya.
Made Widiana berharap pada Porprov Bali 2027 di Buleleng, cabang olahraga anggar sudah dapat dipertandingkan secara resmi. Namun, hal itu menurutnya tetap bergantung pada kesiapan Pengprov IKASI Bali bersama KONI Bali.
Ia juga menekankan agar MUSKAB tidak hanya menjadi agenda organisasi semata, melainkan momentum memperkuat fondasi pembinaan prestasi jangka panjang.
“Saya harapkan dari MUSKAB ini lahir kepengurusan yang solid, profesional, visioner serta mampu bekerja secara terukur dalam membangun sistem pembinaan atlet anggar di Kabupaten Badung,” tegasnya.
Selain itu, mantan birokrat Kabupaten Badung tersebut mendorong kepengurusan baru IKASI Badung agar menghadirkan pelatih yang lebih profesional dan memiliki sertifikasi guna meningkatkan kualitas pembinaan atlet di daerah. BWN-05


































