Mangupura, baliwakenews.com
Pariwisata Legian dan Kuta mulai tampak menggeliat. Setelah sempat terpuruk cukup lama karena pandemi covid 19 selama hampir 2 tahun lebih.
Perlahan tapi pasti wisatawan yang datang semakin banyak bahkan mendekati normal.
Meningkatkan kondisi pariwisata Legian terlihat dari mulai banyaknya wisatawan yang terpantau lalu lalang di kawasan Kuta dan Legian.
Bahkan kehadiran wisatawan yang semakin banyak ini berdampak pada naiknya tingkat hunian hotel secara signifikan. Kondisi ini diakui oleh salah seorang General Manager Solia Legian, Dewa Putu Makapagal saat diminta konfirmasinya.
Menurut dia, kondisi pariwisata khususnya di Legian saat ini sudah menunjukkan peningkatan siginifikan. Peningkatan tajam datangnya wisatawan ini diakuinya memang di luar perkiraan.
Kondisi ini sangat berdampak pada tingkat hunian hotel yang ada di sana dan sekitarnya. “Kalau berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata tingkat hunian hotel sudah di atas 50 persen. Sedangkan khusus di kami (Hotel Solia) sudah mencapai di atas 70 persen,” akunya.
Bahkan di akhir Januari kemarin sampai mencapai di angka 76,2 persen.
Dia optimis melihat perkembangan ini ke depan pariwisata akan kembali pulih.
Ketika tahun 2022 lalu, di awal kunjungan memang didominasi oleh wisatawan domestik (Wisdom).
Kondisi ini mulai berubah ketika pintu pariwisata internasional dibuka. Yang mana wisatawan mancanegara mulai berdatangan. Wisatawan asing ini terbanyak datang dari Australia disusul Rusia, India, Singapura, Malaysia dan lainnya. Tetapi kalau secara umum Kunjungan terbanyak masih tercatat dari wisatawan domestik. Hal ini juga sesuai dengan data Badan Statistik (BPS) yang mencatat wisatawan asing yang datang ke Bali sekitar 6000-an sedangkan Wisatawan Domestik sebanyak 12 ribuan,” ujarnya.
Meningkatnya kedatangan wisatawan ini juga berdampak pada meningkatnya jumlah lowongan kerja. Hal ini diakui oleh Ketua HBI Bayu Hendra didampingi Presiden ABA Agung Yoga.
Menurut Bayu, Peningkatan pariwisata sudah cukup luar biasa yang terlihat dari banyaknya pihak yang menghubungi pihaknya di HBI untuk keperluan tenaga kerja.
Situasi ini menunjukkan kalau pariwisata sudah cukup meningkat tajam. “Biasanya kan hotel atau usaha yang memerlukan tenaga seperti bartender meminta rekomendasi ke kami di HBI, nah kali ini sangat banyak yang menghubungi,” sebutnya sembari mengakui kondisi ini merupakan hal yang sangat positif karena semakin bagus pariwisata akan semakin banyak tenaga kerja yang terserap. BWN-04































