Denpasar, baliwakenews.com
Sampah kiriman yang mengotori kawasan pantai Pererenan sejak November, setiap hari dibersihkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan ( DLHK) Kabupaten Badung. Kali ini, Sabtu, 6 Februari 2021 diangkut 19 truk sampah berupa kayu gelondongan dan bambu.
Darma, petugas DLHK Badung yang ditemui di lokasi mengatakan sampah kiriman datang setiap November hingga Maret, karena kondisi cuaca. Untuk membersihkan kawasan pantai Pererenan hingga Munggu, di kerahkan 65 tenaga kebersihan.
“Setiap hari kami sisir dari Panti Pererenan sampai Pantai Munggu. Sampah yang paling banyak memang di Pantai Pererenan, karena bentuknya yang agak cekungan sehingga sampah berkumpul di sini,” paparnya.
Lebih lanjut dikatakan 19 truk sampah kayu tersebut dikumpulkan sejak Desember. Namun diakui jumlah sampah kiriman terbanyak ada di Pantai Kuta. “Hampir setiap hari armada yang dikerahkan untuk membersihkan sampah kiriman di Pantai Kuta ada 15 truk. Kebanyakan juga berupa kayu gelondongan dengan ukuran yang lebih besar dari kayu di pantai Pererenan ini,” ucapnya.
Dikatakan, untuk sampah plastik dua minggu lalu sempat memadati Pantai Pererenan. Tapi untuk saat ini sampah plastik terkumpul di teluk dekat Bandara Ngurah Rai. “Karena perubahan angin, sampah plastik sekarang ngumpul di Pantai Kedonganan,” tukasnya.
Upaya pembersihan pantai dari sampah kiriman dilakukan setiap hari, untuk menjaga citra pariwisata di kabupaten Badung. Mengingat isu kebersihan dan sampah sangat mempengaruhi kenyamanan wisatawan.*BWN-03





























