Pecatu, baliwakenews.com
Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan, kembali membagikan bantuan beras ke semua krama Pecatu.Hal ini dalam rangka meringankan beban krama menyambut hari raya Galungan dan Kuningan di tengah Pandemi Covid-19. Sebanyak 65 ton beras super dibagikan kepada sebanyak 2.872 krama dari 3 banjar 19 tempekan yang ada. Warga yang menerima bantuan ini terdiri dari masing-masing 25 kg beras untuk 2.316 krama ngarep, serep dan pensiunan. Sedangkan 10 kg beras diberikan masing-masing kepada 556 KK Mandiri, Janda, Duda, sebatang kara serta penyandang disabilitas. Menurut Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta pembagian beras tersebut dilakukan di 16 titik lokasi dan pengambilan dapat diwakilkan untuk menghindari kerumunan.
Sedangkam sumber dana dari bantuan tersebut berasal dari kas desa adat yang didapat dari retribusi DTW Uluwatu dan keuntungan LPD yang menjadi pembagian 20 persen untuk desa adat. Dana inilah yang dikembalikan lagi untuk masyarakat dalam rangka meringankan beban masyarakat di tengah himpitan ekonomi karena pandemi covid-19. Sebab sebagian besar masyarakat Pecatu bergerak di sektor pariwisata. “Pembagian beras ini, kami dari Desa Adat tidak ada memilih. Siapapun itu semua diberikan secara merata,” tegas Sumerta.
Selain bantuan serangkaian Galungan ini, apabila ada warga yang dinyatakan positif Covid-19, kebijakan di Desa Adat saat mereka dikarantina, juga memberikan bantuan berupa beras, telur dan minyak serta kebutuhan lainnya. “Sehingga selama dikarantina, mereka bisa lebih tenang dan tidak perlu keluar. Selain itu juga lebih mudah mengawasi saat karantina,” ujarnya.
Hal Ini juga sebagai upaya pihaknya mendukung program pemerintah dalam menangani Covid-19. Dia juga mengaku bersyukur karena 3 bulan terakhir di kawasan Pecatu sudah turun hujan. Dengan begitu masyarakat sudah bisa kembali bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebab dengan kembalinya warga bercocok tanam dan beternak, tentu dapat menopang kehidupan mereka. Karenanya pihaknya memberikan bantuan beras. Sumerta juga memastikan sebagai antisipasi ke depan seandainya pandemi berlanjut, pihaknya di desa adat masih memiliki anggaran untuk membantu kebutuhan warga. “Desa Adat masih siap apabila memang dibutuhkan untuk membantu meringankan beban masyarakat. Namun demikian, kami berharap seluruh krama bisa menjanga pola hidup sederhana dan mengurangi gaya hidup mewah selma pandemi,” ajaknya.
Salah seorang krama Pecatu, Made Sumantara mengucapkan banyak terimakasih kepada Bandesa Adat Pecatu dan seluruh Prajuru atas bantuan yang terus berkesinambungan. Karena, meski dalam masa Pandemi, tapi pihak Desa masih tetap peduli dan memberikan bantuan sembako. “Kami sangat mengapresiasi sekali kepada seluruh Prajuru Desa Adat Pecatu atas kepeduliannya. Harapan kami ke depan pandemi ini segera berakhir agar ekonomi segera normal. Bila ini masih berlanjut, kami berharap agar tetap ada perhatian dari desa adat,” harapnya.
Terpisah Kepala LPD Desa Adat Pecatu, I Ketut Giri Artha menambahkan pembagian beras tersebut sebagai dukungan untuk krama, menyambut hari raya Galungan dan Kuningan. Dia berharap kepada masyarakat pecatu agar tetap menjaga kesehatan serta semoga pandemi cepat berlalu. “Kami berharap semoga pandemi ini cepat berlalu dan ekonomi kembali pulih. Karena selama ini sebagian besar nasabah LPD bergerak di sektor pariwisata. Dengan tanpa adanya pariwisata tentu ini akan sulit,” ujarnya. BWN-04


































