Mangupura, baliwakenews.com
Bali kembali dipilih sebagai tempat penyelenggaraan konvensi manajemen mutu dan produktivitas tingkat nasional. Pertemuan para insan manajemen mutu tersebut bertajuk Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional XXVIII (disingkat TKMPN XXVIII)/National Quality and Productivity Convention (NQPC).
Di Indonesia konvensi TKMPN telah berlangsung lebih dari dua dasa warsa. Sedangkan penyelenggaraan di Bali sudah yang kelima kalinya. Pelaksanaannya sendiri akan berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC) dari tanggal 26 Desember 2024. Konvensi kali ini mengambil tema “Mewujudkan Generasi Emas melalui Green Innovation dan Productivity”.
Seperti pada pelaksanaan konvensi-konvensi sebelumnya yang selalu penuh dengan antusiasme, penyelenggaraan kali ini akan dibanjiri lebih dari 2400 peserta, 650 karya inovasi dan improvement dari sosok-sosok yang berkompeten berkelas nasional dan internatinonal yang lebih dikenal insan mutu di bidang manajemen dan produktivitas.
Mereka berasal dari lebih dari 220 perusahaan multi nasional, BUMN, Lembaga Pemerintah, Perguruan Tinggi, Koperasi maupun organisasi-organisasi nirlaba dari seluruh Indonesia dan negara tetangga Thailand dan Malaysia.
Mereka akan berkompetisi dalam 20 stream presentasi kompetisi QEA (Quality Excellent Activity) dan presentasi QSI (Quality Strategic Innovation). Ketua Penyelenggara TKMPN XXVIII, Setyo Budi Anang Yuliarto, S.T., menyatakan, misi utama penyelenggaraan temu karya mutu dan produktivitas nasional ini adalah untuk mewadahi lahirnya karya-karya terbaik dan fenomenal inovatif dalam meningkatkan produktivitas perusahaan atau organisasi.
Anang Yuliarto mengatakan konvensi semacam ini secara filosofis merupakan ajang kompetisi dan sharing inovasi, pengetahuan, dan pengalaman dari berbagai jenis usaha mulai dari fertilizer, farmasi, pertambangan, manufaktur, perbankan serta industri barang dan jasa lainnya.
“Pelaksanaannya, masing-masing tim akan unjuk kebolehan atas inovasi yang mereka ciptakan dan pengaruhnya terhadap mutu serta produktivitas atau kinerja perusahaan. Mereka dinilai oleh juri yang kompeten, lalu diberi apresiasi” lanjut Anang.
Acara akbar Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional XXVIII ini terselenggara atas kerja sama antara Wahana Kendali Mutu (WKM) dan Asosiasi Manajemen Mutu dan Produktivitas Indonesia (AMMPI), didukung oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI dan Pemerintah Povinsi Bali, Asian Productivity Organization (APO) serta organisasi- organisasi professional lainnya.
Direktur WKM, Damayanti, menambahkan, tema yang diangkat kali ini adalah “Mewujudkan Generasi Emas melalui Green Innovation dan Productivity” memiliki makna bahwa produktivitas hijau (green productivity) adalah strategi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan (APO, 2006).
Green productivity menerapkan konsep yang cukup kompleks yaitu meningkatkan keuntungan (ekonomi), meningkatkan mutu hidup (sosial), sekaligus mengurangi dampak lingkungan (environment).
“Kita berharap pada era mendatang, para insan mutu senantiasa mendasari setiap kegiatan produksi dengan selalu memperhatikan dampak terhadap lingkungan dan masalah sosial. Produktivitasnya tinggi, kualitas hidup meningkat, serta lingkungan tetap terjaga dengan baik,” kata Damayanti.
Damayanti menambahkan, salah satu keuntungan keikut-sertaan dalam konvensi ini adalah tiap-tiap tim memiliki peluang untuk menguji sekaligus mengadopsi manakala ada green innovation yang layak dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas. “Sangat mungkin terjadi peluang saling bertukar pengetahuan, pengalaman, dan inovasi,”tukas Damayanti.
Perhelatan nasional yang dikemas dalam National Quality & Productivity Convention 2024 ini akan dibuka secara resmi oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Prof. Yassierli, S.T., M.T., PH.D). Disamping itu juga akan ada Keynote Speaker dari APO, pembicara Forum Manajemen dan Fasilitator sebanyak 12 Pembicara dari Perusahaan Nasional dan Multinational yang mempunyai pengalaman terbaik di Perusahaan.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Manajemen Mutu dan Produktivitas Indonesia (AMMPI), Suradi, mengatakan konvensi manajemen mutu seperti ini selalu menarik perhatian bagi para insan mutu karena menjadi ajang terpercaya bagi perusahaan dalam mempresentasikan karya-karya unggulan masing-masing. Pada kesempatan yang berharga ini juga akan dilakukan penandatangan MoU antara Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dengan AMMPI dan WKM sebagai bentuk kolaborasi di bidang mutu dan produktivitas secara berkelanjutan dan saling menguntungkan.
Menurut Suradi, konvensi ini sangat bermanfaat bagi para pimpinan/manajemen perusahaan. Setelah sukses penyelenggaraan Indonesia Quality Excellence Festival (IQEF) 2024 di Bandung karena dapat membuka wawasan baru yang menjadi insight dan inspirasi dalam menyikapi penerapan dan Sistem Manajemen Mutu Terpadu dan pengembangannya. “Apalagi tema yang diangkat kali ini adalah green innovation yang sarat dengan temuan-temuan baru terkait dengan revolusi hijau” tegas Suradi.
Dia juga mengungkapkan rasa syukur bahwa Bali saat ini semakin kondusif dan pihaknya dapat menyelenggarakan acara di Bali dengan fasilitas yang lengkap dan memadai. Selain itu acara semacam ini secara langsung maupun tidak langsung akan memberikan efek positif ekonomi bagi penyelenggara wisata, industri kecil, memperkenalkan adat dan budaya Bali yang memiliki daya magis bagi pariwisata domestik dan internasional.
Suradi menyatakan jika jumlah peserta resmi sekitar 2400 orang ditambah tim pendukung, maka paling tidak selama seminggu okupansi kamar hotel, persewaan kendaraan, sarana tranportasi online dan kuliner akan meningkat. Belum lagi bagi mereka yang hobby berburu oleh-oleh khas Bali, “Diharapkan dalam program kunjungan ke beberapa obyek wisata Bali mereka akan belanja kerajinan maupun oleh-oleh khas Bali sebagai perwujudan cinta produk-produk dalam negeri” kata Suradi. BWN-04































