Karangasem, baliwakenews.com
Anggota Komisi III DPR RI, Wayan Sudirta, terus turun ke bawah memberikan bantuan bagi penyandang disabilitas yang terdampak pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir dua tahun, nampaknya masih sangat dirasakan dampaknya oleh warga dibawah golongan ekonomi menengah. “Dampak pandemi sangat dirasakan khususnya oleh warga penyandang disabilitas, yang dengan kondisi alaminya pun memang sudah sangat menderita. Untuk sedikit mengobati penderitaan mereka, saya terus memberikan bantuan, ” ucap Sudirta.
Dibantu relawan KORdEM Bali, Made Sudiani yang pengurus PAC Kec. Rendang dan beberapa Kepala Dusun, Sudirta secara berkala ‘’door to door’’ mengantarkan bingkisan berupa beras dan sedikit uang taliasih. Dari 24-26 September 2021, Relawan Sudirta turun di Desa Pesaban, Desa Menanga, Desa Segah dan Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem.
Di tengah kesibukan sebagai Anggota Komisi III DPR, tugas-tugas sebagai Wakil Badiklatpus PDI Perjuangan dan juga Sekolah Partai PDI Perjuangan di Jakarta dan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Sudirta dibantu Relawan, Pengurus Ranting PDI Perjuangan, Kepala Dusun di Desa-desa, berupaya menyapa warga, termasuk para penyandang disabilitas ini.
‘’Mereka memang benar-benar sangat menderita. Selain karena kondisi fisiknya yang terbatas atau bahkan tidak mampu bekerja secara ekonomi, lingkungan keluarganya pun umumnya dalam kondisi yang miskin,’’ kata Wayan Ariawan, SH, Relawan Sudirta yang juga Bendahara PAC PDI Perjuangan Kecamatan Rendang.
Kali ini penyandang disabilitas yang dikunjungi, diantaranya Sudiantara (27), di Desa Pesaban, yang tinggal agak terpencil dari jalan raya. Rumahnya melewati jalan setapak yang sudah dibeton, dikitari sawah dan ladang, kandang babi, dan sungai serta jurang yang berbatasan dengan Kabupaten Klungkung.
‘’Dulu saya bekerja sebagai tukang sablon. Tapi sejak mengalami kelumpuhan, dan tidak bisa kemana-mana, harus pakai tongkat, ya saya tidak bekerja. Saya berterimakasih untuk titipan Pak Wayan Sudirta ini,’’ katanya, dengan wajah lesu. Di tembok rumahnya, terlihat tertempel stiker bundar Wayan Sudirta saat menjadi Anggota DPD RI dua periode yang lalu.
Relawan juga menyambangi Nenek Rauh (70), Di Desa Menanga. Kondisinya tak jauh berbeda yaitu lumpuh total pada dua kakinya. Untuk berpindah, Nenek harus beringsut dengan menyeret panggulnya, dan sudah 6 tahun lebih kondisinya seperti itu. Tinggal bersama anak-anak di rumah yang sederhana, dan bekerja serabutan, mereka mengandalkan penghasilan yang tidak menentu.
Relawan juga menemui Meme Keped (70), seorang ibu renta yang karena kedua tungkainya tidak bisa tegak lurus, beraktivitas dengan posisi tubuh jongkok dan bergeraknya merangkak. Meme sangat terharu disambangi Relawan maupun pengurus PDI Perjuangan Kec. Rendang.
Program ‘’door to door’’ ke rumah penyandang disabilitas ini memang menjadi tekad Anggota DPR RI Wayan Sudirta di masa pandemi. ‘’Kami dan Relawan mesti ke rumah-rumah agar melihat langsung kondisi rumahnya, agar bisa menyampaikannya kepada pemerintah. Dalam aksi door to door di puluhan desa dalam dua tahun ini, jelas faktanya kondisi mereka sangat memerihatinkan dan memerlukan kehadiran pemerintah lebih kongkret lagi,’’ pungkas Wayan Sudirta.*BWN-03

































