Mangupura, baliwakenews.com
Ulang tahun ke-22 DPC Baladika Bali Kabupaten Badung tak dirayakan dengan pesta meriah. Organisasi ini memilih turun langsung ke lapangan, menegaskan komitmen lingkungan melalui aksi nyata di kawasan suci Pura Pucak Tedung, Kecamatan Petang, Minggu (1/3).
Dalam kegiatan bertema “Baladika Bali Merawat Pertiwi”, puluhan anggota bersama tokoh masyarakat membersihkan areal pura, menanam 22 pohon, serta membagikan 22 paket sembako kepada warga sekitar. Angka 22 bukan sekadar penanda usia, tetapi simbol konsistensi pengabdian selama lebih dari dua dekade.
Ketua DPC Baladika Bali Badung, Made Suarsa, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya ingin menjadikan momentum hari jadi sebagai penguatan komitmen sosial dan ekologis. Menurutnya, menjaga kelestarian alam tidak bisa berhenti pada wacana, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan berkelanjutan.
“Merawat pertiwi bukan hanya slogan. Ini bentuk tanggung jawab moral kami untuk menjaga keseimbangan alam, sesuai nilai Tri Hita Karana, khususnya hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan,” tegasnya.
Selain aksi bersih-bersih dan penghijauan, Baladika Bali juga menyerahkan dana punia sebagai dukungan terhadap kelestarian tempat suci tersebut. Kegiatan berlangsung sederhana sebagai bentuk empati terhadap masyarakat yang tengah tertimpa musibah di sejumlah wilayah Badung dan daerah lainnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Jenderal DPC Baladika Bali Badung I Gusti Lanang Umbara, Bendahara Made Yudana, perwakilan DPD, jajaran Laskar Bali Shanti Kabupaten Badung, Camat Petang beserta Tripika, para perbekel se-Kecamatan Petang, serta Bendesa Adat setempat.
Melalui aksi ini, Baladika Bali Badung ingin menegaskan bahwa perayaan sejati adalah ketika organisasi mampu memberi manfaat langsung bagi lingkungan dan masyarakat. Semangat gotong royong yang ditunjukkan di lereng Petang itu diharapkan menjadi pengingat bahwa menjaga alam adalah investasi jangka panjang bagi generasi mendatang. BWN-04

































