Mangupura, baliwakenews.com
Semangat kemerdekaan di Kuta, diwujudkan lewat aksi nyata, yakni membersihkan Pantai Jerman. Seperti Kamis (14/8/2025), ratusan siswa berseragam olahraga dari 12 sekolah di Kecamatan Kuta berkumpul di tepi pantai. Dengan kantong sampah dan sarung tangan di tangan, mereka bergerak menyusuri garis pasir, memunguti puntung rokok, plastik bekas, dan potongan sampah lainnya.
Aksi ini digagas Rotary Club bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Kuta sebagai bagian dari peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Bagi para penggagasnya, ini bukan hanya soal kebersihan pantai, tapi soal membentuk kesadaran sejak dini akan pentingnya menjaga lingkungan. “Melibatkan anak-anak adalah kunci keberlanjutan. Rotary hanya pemantik, mereka yang akan melanjutkan menjaga Bali tetap bersih,” ujar IPDG Suzana Chandra.
Ia menjelaskan, Rotary telah menjalankan program kepedulian lingkungan selama lima tahun terakhir, termasuk mendirikan Bali Waste Training Center untuk pelatihan pengelolaan sampah dan rutin mengadakan bersih-bersih mangrove di Pemogan bersama komunitas lokal.
Senada, DG Dyah Anggraeny menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan salah satu dari tujuh fokus pelayanan Rotary di dunia. “Kami ingin anak-anak ini punya memori dan kesadaran menjaga lingkungan sejak dini. Di Bali, Rotary juga sudah menyumbangkan 15 kano, motor, dan mobil pengangkut sampah untuk membantu pembersihan di Suwung,” katanya.
AG Barbara menambahkan alasan dipilihnya Pantai Jerman sebagai lokasi kegiatan. “Pantai ini punya posisi strategis di Kuta. Kalau tidak dijaga, kita akan kehilangan keindahannya. Harapannya, kegiatan ini bisa membentuk pola pikir anak-anak untuk peduli sampah, bukan hanya di pantai ini tapi di manapun mereka berada,” jelasnya.
Apresiasi juga datang dari District Governor Elect (DGE) Rotary Club Bali, I Wayan Tur Adnyana, yang berterima kasih kepada PGRI Kecamatan Kuta karena berhasil menggerakkan siswa dalam jumlah besar. “Kerja sama seperti ini menunjukkan betapa kuatnya kolaborasi komunitas dan pendidikan dalam memberi dampak nyata,” ujarnya.
Ketua PGRI Kecamatan Kuta, Wayan Dana didampingi, Sekretaris PGRI Cabang Kuta, Gusti Ketut Atmaja, menilai aksi bersih-bersih ini adalah pelajaran berharga yang tidak diajarkan di kelas. “Isu sampah di Bali makin krusial. Kepedulian lingkungan harus diwariskan sejak dini,” tegasnya.
Acara ini juga diramaikan dengan lomba unik, yakni siswa yang mengumpulkan sampah terbanyak mendapat hadiah khusus. Sorak sorai terdengar ketika panitia mengumumkan pemenangnya, menjadi penutup yang hangat dari aksi peduli lingkungan di bawah langit cerah Kuta.
Lebih dari sekadar kegiatan peringatan kemerdekaan, momen ini menjadi simbol bahwa kemerdekaan juga berarti bebas dari ancaman sampah. Harapannya, gerakan ini tidak berhenti di Pantai Jerman, tetapi menjalar ke seluruh Bali, menjaga citra pulau ini tetap indah, bersih, dan ramah bagi semua. BWN-04

































