Mangupura, baliwakenews.com
Ratusan Penduduk Non Permanen mendapat pembinaan dalam sidak yang dilakukan Desa Adat bersama unsur keamanan desa lainnya. Menurut Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta, Jumat (25/4/2025), sidak ini sebagai langkah antisiapsi akan perkembangan Desa Pecatu sebagai kawasan Pariwisata. Selain itu juga untuk mendata dan sekaligus melakukan sidak sosialisasi dan pembinaan.
Anggota DPRD Badung ini juga memaaprkan, sidak tersebut menindaklanjuti hasil koordiansi yang dilaksanakan Pemkab Badung dan instansi terkait lainnya untuk meningkatkan pengawasan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Sidak perdana ini menyasar 2 kawasan, yakni daerah Labuan Sait dan Jalan Baler Desa. Selain menyasar kos dan bedeng, sidak ini juga menyasar areal proyek dan kawasan yang dihuni sebagian besar sopir tangki air.
“Di kawasan Labuan sait yang menjadi target adalah para pekerja di sebuah proyek yang jumlahnya cukup banyak. Sedangkan di Jalan Baler Desa adalah warga yang sebagian besar berprofesi sebagai sopir tangki air,” bebernya.
Diharapkan para penduduk non permanen ini, khususnya para sopir ini agar ikut aktif menjaga keselamatan dan ketertiban di jalan raya. “Caranya dengan tidak kebut-kebutan atau menggunakan knalpot bising serta menyesuaikan agar menghindari terjadinya kemacetan,” sarannya.
Terlebih belakangan sempat beberapa kali terjadi kecelakaan yang menimpa truk pengangkut air. Selain itu ditekankan pentingnya disiplin di jalan raya mencegah kemacetan yang sering terjadi di sore hari.
“Ternasuk pembinaan agar berperan aktif menjaga keamanan dan kenyamanan kawasan sebagai daerah pariwisata. Ada sekitar 200 orang yang kami bina dan ini baru tahap awal. Kami akan lakukan secara berkelanjutan dengan menyasar tempat lainnya,” ucap Sumerta sembari menam ahkan pihaknya juga mengedukasi penghuni tempat kost dan bedeng-bedeng proyek bangunan agar tidak melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat.
“Dari sekitar 200 an yang terdata hampir semua sudah mengantongi identitas lengkap. Karena sebagaian besar yang tinggal sudah cukup lama di Pecatu. “Kami juga tekankan agar bisa hidup saling teleransi dan untuk ikut menjaga ketertiban dan kenyamanan terutama di lingkungan dan di jalan raya,” jelasnya.
Keberadaan penduduk non Permanen inj memang belakangan menjadi sorotan. Selain jumlahnya semakin membengkak, beberapa kali terjadi aksi kriminalitas di Kutsel melibatkan warga Non permanen. BWN-04

































