Putu Ayu Asty Senja Pratiwi, Dari Presenter Remaja Jadi Jubir Unud

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Lingkungan sangat berpengaruh terhadap kehidupan seseorang, seperti halnya Putu Ayu Asty Senja Pratiwi, PhD. Wanita yang mulai dikenal masyarakat Bali sebagai presenter remaja di stasiun televisi lokal di Bali ini, saat ini dipercaya sebagai juru bicara Universitas Udayana ( Unud) .

Ditemui tim liputan baliwakenews, di Cafe Mojiza miliknya di kawasan Sanglah, Denpasar, Senja (sapaan akrabnya) menuturkan hobinya cuap – cuap karena terbentuk oleh lingkungan yaitu sang ayah dan ibu yang berprofesi sebagai protokol di kantor masing-masing. “Dari kecil saya melihat orang tua saat bertugas jadi protokol dan MC di kantor masing-masing. Jadi pas nganter papa, mama tugas, lihat mereka kok menyenangkan ya? Mereka berdiri dan bicara di depan mike semua orang melihat, bakat ini diturunkan dari orang tua saya,” ungkap Senja Pratiwi.

Bakat tersebut sudah diketahui sangat ibu, sejak Senja kecil. ” Ibu saya cerita, dari kecil saya suka berbicara sendiri di depan cermin. Halo saya senja dan menceritakan segala sesuatu disekitar saya, seperti yang saya tonton di TV waktu itu. Ibu saya sampai ketawa, wah anak ini punya bakat cuap- cuap, ” kenang Senja.

Baca Juga:  Mantan Ketua LPD Ungasan yang Korupsi Hingga Rp 26 Miliar Ditahan di Polda Bali

Lebih lanjut diturunkan waktu duduk di Sekolah Dasar (SD), saat ada upacara bendera, ia selalu meminta jadi panitia bagian MC. Sampai SMP kebiasaan bicara di depan cermin masih berlanjut. Akhirnya saat SMA, Senja mendengar ada lomba presenter di Bali TV. “Dengar ada lomba presenter saya langsung mendaftar dan ternyata saya jadi juara favorit. Waktu itu langsung diangkat Bali TV sebagian presenter,” ucapnya.

Hobi cuap-cuap yang dimilikinya tidak berhenti sampai disitu. Senja remaja memiliki impian yang jauh lebih besar dari menjadi presenter. Senja ingin menjadi guru bahasa Inggris. “Dari kecil saya suka ngorte ( berbicara), nah kalau ada pelajaran baru saya suka simulasikan. Paling suka kalau dapat bagian ngajarin adik belajar. Dari situ saya pikir jadi guru itu enak,” tuturnya.

Di mata Senja kecil menjadi guru itu keren karena pasti pintar banget. “Ya sejalan sebenarnya kalau jadi MC sama jadi guru, sama- sama berbicara di depan orang banyak. Sampai SMP pengen jadi guru bahasa Inggris. Terus SMA baru tahu yang namanya dosen, gurunya mahasiswa namanya dosen akhirnya berubah cita – cita saya yang sebelumnya ingin jadi guru, akhirnya ingin jadi dosen, ” tutur Senja sembari tertawa riang.

Baca Juga:  Paiketan Krama Bali Akan Gelar Mahasabha Perdana Terus Berperan Untuk Kemajuan Bali

Untuk meraih cita-cita menjadi seorang dosen Senja harus berkali-kali mengikuti tes. Kegagalan sekali tidak membuatnya menyerah dan terus mencoba saking pinginnya jadi dosen. “Saya pernah terganjal pada ujian praktek mengajar, karena pengalaman mengajar hanya di SD, SMP dan SMA. Belum punya pengalaman mengajar di perguruan tinggi dan teknik mengajar anak kuliahan belum ada. Tapi saya terus coba belajar lagi dan mencoba ikut tes lagi dan akhirnya lolos,” ungkapnya.

Pada 2011 diangkat menjadi dosen di Fakultas Sastra untuk Program Studi Bahasa Inggris. Saat itu ia juga diangkat menjadi protokol, jadi kalau ada event , ia diperbantukan untuk mengurus tata letak VIV pimpinan, di bagian acara juga, dan MC sampai 2017.

Aktivitas sebagai dosen tersebut, membuat Senja mulai meninggalkan dunia presenter karena harus konsentrasi pada pendidikan S2, selain fokus pada mengajar dan penelitian. “Tapi diawal menjadi dosen saya masih sesekali muncul sebagai presenter di TVRI Bali. Dan setelah melanjutkan pendidikan S3 di Jepang, saya benar-benar meninggal dunia presenter,” tutur ibu dari 3 anak tersebut.

Baca Juga:  Jelang DGL, ESI Denpasar Rancang 'ESI Goes to School'

Setelah 3,5 tahun ditinggal kuliah S3 di Jepang, Senja mengaku banyak waktu yang hilang karena di sana ia hanya fokus belajar. Saat ini Senja sedang berupaya mengembalikan ritme seperti sebelumnya yang dalam setahun dapat melakukan berapa kali pengabdian, berapa kali menulis, tentunya dengan harapan bisa cepat naik pangkat. Namun ia juga ingin fokus untuk mengurus anak – anak, tidak hanya mengejar karier semata.

Ketika ditanya akan kerinduan pada dunia presenter dan MC, sambil berkelakar Senja mengatakan siap menerima undangan sebagai MC bila ada yang meminta. “Tapi harus di luar jam kantor. Untuk acara dinner malam hari, saya siap,” pungkas Senja Pratiwi.*BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR