Tabanan, baliwakenews.com
Pura Luhur Pucak Paruman di Banjar Adat Batannyuh, Desa Belayu, Kecamatan Marga, Tabanan, disatroni kawanan garong. Peristiwa pencurian yang diketahui pada Selasa (7/12) sore itu, sejumlah alat gambelan dilaporkan hilang.
Aparat kepolisian masih menyelidiki kasus pencurian yang diperkirakan membuat pengempon pura mengalami kerugian hingga Rp 30 juta. “Kami sudah melakukan olah TKP dan melakukan penyelidikan mendalam,” kata Kapolsek Marga, AKP I Gede Budiarta, Rabu (8/12).
Menurutnya, peristiwa tersebut diketahui saat salah seorang warga, I Wayan Kasna (65) hendak menyalakan lampu di jaba temgah pura. Sesampainya di halaman pura, Wayan Kasna melihat dua pintu di bale penyimpenan terbuka. “Saksi sempat mengecek, ternyata sejumlah panggul gamelan hilang. Setelah dicari, ternyata tercecer di halaman tengah pura,” kata Budiarta.
Wayan Kasna yang sudah curiga jika pura telah didatangi pencuri, mengecek peti penyimpanan gambelan. Dan didapati beberapa gambelan hilang. Setelah dilakukan pengecekan ulang, total ada 18 piranti gambelan gong beleganjur hilang. Seperti delapan reong, dua ponggang, tawa-tawa, klenang dan 6,5 set ceng-ceng. “Selain itu lampu penerangan di Pura Luhur Pucak Paruman juga dirusak dan dilepas oleh pelaku,” beber Budiarta.
Budiarta memperkirakan, kasus pencurian tersebut terjadi pada Senin 6 Desember 2021 malam. Kemudian diketahui pada Selasa 7 Desember 2021 sore. “Saya sudah sampaikan ke semua pihak, kalau bisa nanti agar dilengkapi CCTV untuk pemantauannya. Apalagi sekarang CCTV sudah bisa dipantau lewat handphone. Karena kalau mengandalkan tenaga konvensional seperti saat ini agak sulit. Kalau kita juga gunakan tenaga masyarakat untuk berjaga atau mekemit kan kasian, mungkin nanti CCTV akan membantu,” ungkapnya. BWN-01

































