Buleleng, baliwakenews.com
Sakit hati setelah disebut “anjing”, Yoni Jatmiko alias Yoni (29) membantai nyawa seorang nenek dengan sadis. Korban Ketut Mintaning atau Buk Mintan tewas dengan mulut tersupal kain dan tangan terikat di rumahnya di Jalan Pulau Natuna, Penarukan, Buleleng, Bali.
Kapolsek Singaraja Kompol Dewa Ketut Darma Aryawan mengatakan, kasus pembunuhan tersebut terjadi pada Minggu 28 Maret 2021. Saat ditemukan, wanuta lanjut usia tersebut ditemukan tewas dengan posisi terlentang di lantai kamarnya. Tangan korban terikat kebelakang dan mulutnya disumpal menggunakan kain kemben. “Korban diketahui perawan tua yang tinggal sendiri di TKP, sambil berjualan makanan dan minuman ringan,” ucapnya, Senin 19 April 2021.
Usai peristiwa tersebut terjadi, kata Aryawan, anggota Polsek Singaraja melakukan penyelidikan. Dari rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, nampak seorang pria yang masuk ke rumah Korban pada Minggu 28 Maret 2021, sekira pukul 01.48 Wita. “Hasil pemeriksaan mendalam, pria tersebut bernama Yoni Jatmiko alias Yoni,” imbuhnya.
Pelaku diketahui berasal dari Bojonegoro, Jawa Timur. Dan dia bekerja sebagai buruh proyek sekitar 20 meter dari rumah korban. “Anggota kami mengejar pelaku ke kampung halamannya. Namun tidak ditemukan. Hingga akhirnya pelaku kembali ke bedeng proyek tempatnya bekerja. Pelaku lantas ditangkap pada Minggu 18 April 2021 malam,” tambah Aryawan.
Dilanjutkannya, hasil interogasi terhadap pelaku, diketahui dia masuk ke rumah korban dengan cara memanjat pintu masuk rumah. Setelah berada di dalam rumah korban, pelaku menggedor-gedor pintu kamar korban. Karena tidak ada reaksi, pelaku berusaha membuka paksa pintu kamar dengan cara menendang sebanyak dua kali. Korban terbangun dan selanjutnya membuka pintu. Pelaku langsung mendorong pintu kamar seraya menampar wajah korban. Tak sampai disana, pelaku mendorong tubuh korban hingga terjatuh di lantai kamar dan kepala belakangnya terbentur.
Setelah melihat korban lemas, pelaku menarik tubuh korban dengan sprai. Melihat jari-jari korban gerak-gerak, pelaku mengikat tangan korban kebelakang dan mulut korban dengan menggunakan kain kemben. Setelah itu pelaku langsung kabur meninggalkan korban.
“Alasan pelaku melakukan pembunuhan terhadap korban, karena pelaku dendam karen sebelumnya korban mencaci pelaku dengan mengatai “anjing” saat pelaku berbelanja di warung korban sekitar tiga hari sebelum kejadian,” tegasnya. BWN-03

































