Mangupura,baliwakenews.com
Menjelang puncak perayaan HUT Ke-16 Ibu Kota Mangupura pada Sabtu (22/11) hingga Minggu (23/11), pengamanan acara dipertebal dengan keterlibatan pecalang Desa Adat Sempidi yang menjadi salah satu garda terdepan dalam menjaga situasi tetap kondusif. Pecalang akan bersinergi dengan Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Polres Badung dalam mengamankan ribuan pengunjung yang diperkirakan memadati area konser.
Ketua Badan Ekonomi Kreatif Kabupaten Badung, Nyoman Primahita Gunadarma, Jumat (21/11), mengatakan bahwa seluruh persiapan telah mencapai 90 persen termasuk pengamanan berlapis yang salah satunya mengandalkan peran aktif pecalang.
“Pecalang Desa Adat Sempidi kami libatkan penuh untuk memastikan acara berjalan aman dan tertib. Mereka membantu pengawasan area, pemeriksaan barang bawaan, serta pengaturan mobilitas masyarakat,” ujar Primahita.
Untuk meminimalkan kemacetan, panitia mengimbau masyarakat agar datang menggunakan kendaraan roda dua atau transportasi umum. Rekayasa lalu lintas juga akan diberlakukan dengan sistem satu arah melalui pintu utara untuk masuk dan keluar, hasil koordinasi Dishub Badung dan Polres Badung.
Selain itu, pengunjung diminta membawa tumbler guna mengurangi sampah plastik. Barang pecah belah, senjata tajam, narkoba, dan minuman beralkohol dilarang keras dibawa masuk ke area konser.
Konser malam pertama diperkirakan berlangsung hingga pukul 22.00 Wita. Panitia berharap melalui pengamanan terpadu terutama dengan kehadiran pecalang, seluruh rangkaian HUT Ke-16 Mangupura dapat berlangsung aman, lancar, dan memberi kenyamanan bagi masyarakat.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, AA Rai Yuda Darma, memastikan dukungan penuh dalam pengamanan lalu lintas.
“Pengamanan yang berkaitan dengan Penjagaan dan Pengaturan Lalin termasuk Parkir sudah dipersiapkan. Sedangkan petugas Lampu Penerangan Jalan akan bertugas menjaga lampu penerangan jalan agar hidup di akses-akses yang menuju puspem. Untuk petugas yang mengatur lalu Lintas di Puspem kami menerjukan sebanyak 80 orang personil,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penggunaan mobil tidak dilarang, namun pengaturannya bersifat situasional dengan penyediaan kantong parkir cadangan. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, mayoritas pengunjung membawa sepeda motor. BWN-05

































