Prosesi Pelebon Pencetus Stadion Dipta diiringi Bade Tumpang Sembilan

Gianyar,baliwakenews.com

Karya palebonan almarhum Cokorda Budi Suryawan yang juga pencetus Stadion Dipta diiringi bade tumpang sembilan dan lembu warna hitam, senin 24 Juli 2023. Prosesi kremasi jenasah ini tidak hanya menyita perhatian warga lokal, namun sebagian besar wisatawan mancanegara yang sedang berlibur di Ubud juga nampak antusias menunggu dan menyaksikan prosesi karya ini.

Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok Oka Artha Ardana Sukawati mengatakan, saat ini pihaknya bersama keluarga semua berkumpul untuk melaksanakan upacara perabuan Almarhum Cokorda Budi Suryawan. Kepulangan Almarhum meninggalkan luka yang dalam semua keluarga yang ditinggalkan. Hal ini disampaikannya dalam sambutannya saat melaksanakan upacara pelepasan jenazah secara kedinasan, di Setra Dalem Puri, Ubud, Gianyar.

Diungkapkannya, upacara ini dilaksanakan sebagai wujud penghormatan dan penghargaan negara atas jasa, dharma bhakti dan pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara semasa hidupnya. “Upacara kebesaran ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan dari pemerintah atas jasa darma bhakti dan pengabdian almarhum kepada negara dan bangsa semasa hidupnya. Sebagaimana kita ketahui, almarhum adalah mantan Bupati Gianyar periode 1992-2002 yang lebih dikenal dengan sebutan CBS. Almarhum CBS dikenal salah satu tokoh pembangunan Kabupaten Gianyar. Almarhum juga memiliki andil besar pada perekonomian Gianyar di masa jabatannya sebagai Bupati Gianyar saat itu,” imbuh Wagub Cok Ace.

Baca Juga:  Arus Besar dan Keruh Jadi Kendala, Pencarian WNA Tersert Arus Saat Rafting Masih Nihil  

Ditambahkannya ada beberapa pembangunan yang dicetusnya dan hingga kini masih kokoh, serta dapat dikenang salah satunya adalah Stadion Kapten I Wayan Dipta yang menjadi markas Bali United saat ini. Selain itu, almarhum juga dikenal sebagai pencetus pembangunan jalan By Pass Dharma Giri dan Balai Budaya Gianyar.

Karya palebonan diawali dengan pelepasan jenazah almarhum Tjok Gede Budi Suryawan dari Puri Mahasari Ubud menuju Puri Saren Ubud, lanjut melaksanakan upacara serah terima dari keluarga kepada pemerintah daerah yang diterima langsung oleh Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok. Oka Sukawati dan selanjutnya menuju Setra Dalem Puri Ubud.

Baca Juga:  Spaso Kembali Bukukan Gol, Antara Senang dan Kecewa

Nampak Wakil Gubernur Bali pada kesempatan ini berada di pelataran bade tumpang sembilan yang diusung ratusan krama desa adat Ubud, yang diatasnya adalah jenazah almarhum CBS.

Tjok Gede Agung Wijayakusuma Suryawan, putra dari Alm. Tjok Gede Budi Suryawan didampingi ibundanya (istri almarhum) Tjokorda Istri Putra Nikawati mengucapkan rasa terima kasihnya kepada unsur pemerintah daerah, pemerintah pusat dan krama desa adat Ubud yang sudah mendukung, mendoakan dan hadir pada karya palebonan ini. “Saya sangat berterima kasih atas bantuan, kerjasama dan kebersamaan krama yang guyub membantu karya palebonan ayah kami, saya juga meminta maaf atas kesalahan almarhum selama usia hidupnya, baik perkataan dan perbuatan yang tidak sesuai,” ungkapnya.

Baca Juga:  Wabup. Suiasa Dampingi Menparekraf Sandiaga Uno pada Acara Kelana Nusantara

Bendesa Adat Ubud yang juga kerabat dari almarhum, Tjokorda Raka Kerthyasa alias Cok Ibah mengatakan bahwa almarhum sebagai manusia biasa semasa hidupnya juga tidak luput dari kekhilafan. “Oleh karenanya saya mengajak seluruh sameton Ubud untuk sudi kiranya melapangkan dada memberikan maaf atas segala kesalahan almarhum semasa hidupnya seraya berdoa semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” ujarnya.

Di sesi terakhir, setelah pembakaran usai, dan prosesi upacara di setra selesai, Wagub Cok Ace bersama keluarga besar Puri Mahasari dan Puri Ubud melanjutkan prosesi nganyut di pantai Lembeng, Gianyar. BWN-05

RELATED ARTICLES
- Advertisment -Iklan Idul Fitri DPRD BadungIklan Idul Fitri DPRD BadungIklan Idul Fitri PDAM BadungIklan SMSIIklan Lapor Pajak Poling Badung Poling Badung